Trip Satu Hari Menjelajah Taman Nasional Komodo

Seluruh penumpang sudah berada di kapal, saatnya untuk melanjutkan perjalanan. Sauh di angkat dan baling-baling kapal mulai membawa kami menjauh dari Pulau Padar. Tujuan berikutnya adalah Pulau Komodo yang terletak di sebelah barat Pulau Padar. 

Untuk sampai ke Pulau Komodo, kapal berlayar ke arah selatan memutari Pulau Padar. Di bagian selatan ini ombak terasa begitu lebih kencang menghantam sisi samping kapal. Kapal menjadi lebih bergoyang daripada sebelumnya. Hal ini disebabkan karena kami menghadap langsung ke arah lautan lepas yang berombak besar. Begitu kapal masuk kembali ke lautan antara Pulau Padar dan Pulau Komodo, kami kembali menemui ombak yang tenang.

Perjalanan ke Pulau Komodo kurang lebih kami tempuh selama satu setengah jam. Sebagai pulau terbesar dari Taman Nasional Komodo, di pulau ini sudah dibangun dermaga besar yang terbuat dari beton. Berdasarkan informasi yang saya dapat, dermaga ini digunakan untuk bersandar bagi kapal-kapal yang ukurannya lebih besar. Namun saat saya ke sana kapal-kapal yang bersandar hanyalah kapal-kapal kecil yang tidak jauh beda seperti kapal yang kami gunakan.

Di Pulau Komodo kami hanya diberi waktu satu jam saja oleh kapten kapal. Waktu tersebut tidak cukup bagi kami untuk bisa melihat komodo di sini. Dari informasi yang saya dapatkan dari seorang ranger, untuk bisa melihat komodo di Pulau Komodo wisatawan harus trekking dulu minimal satu jam. Untuk di kawasan gerbang masuk wisata saat itu sedang tidak komodo yang bisa dilihat oleh wisatawan.

Akhirnya kami memutuskan untuk tidak trekking karena alasan waktu. Untungnya di kawasan gerbang masuk wisata ini terdapat warung-warung makanan dan pasar yang menjual barang-barang souvenir. Souvenir yang dijual diantaranya adalah gantungan kunci berbentuk komodo, kaos komodo, gelang atau kalung mutiara, kerajinan hasil laut, dan lain sebagainya. Menurut saya, harga yang mereka tawarkan di sini lebih murah dibandingkan dengan toko-toko souvenir yang ada di Labuan Bajo. Usai melihat-lihat dan membeli souvenir kami duduk disebuah warung sambil menunggu waktu yang diberikan oleh kapten kapal habis.

Satu jam berlalu dan kami berjalan kembali ke kapal. Sebelum naik ke kapal, saya dan Sefry menyempatkan diri untuk berfoto-foto dulu di dermaga. Ujung dermaga yang kosong dan menghadap ke arah laut merupakan spot foto terbaik. Cukup lama kami di ujung dermaga karena juga menunggu 2 orang bule yang belum datang ke kapal.

Tujuan kami selanjutnya adalah Pink Beach yang masih terletak di Pulau Komodo. Perjalanan menggunakan kapal kami tempuh selama setengah jam saja. Namun sangat disayangkan, ketika kami ke sana arus ombak di Pink Beach tergolong besar. Kapal yang kami gunakan menjadi tidak bisa bersandar di pantai. Alhasil di sini kami hanya diberi kesempatan untuk snoerkeling.

Sebenarnya kami bisa berenang dari kapal menuju pantai karena jaraknya yang tidak terlalu jauh. Namun waktu yang diberikan oleh kapten kapal hanya 30 menit saja di sini. Empat orang bule yang bersama kami dan Sefry langsung menggunakan perlengkapan snoerkelingnya dan nyebur ke laut. Saya yang baru pertama renang di laut lepas awalnya ragu-ragu. Ragu-ragunya karena ombaknya yang tergolong besar dan tidak percaya diri. Jadinya saya hanya berenang di samping kapal sambil memegang tangga kapal agar tidak terbawa arus. Cukup memalukan sebenarnya tapi ya daripada saya tenggelam karena terbawa arus.

Tidak terasa waktu setengah jam pun berlalu. Kapten kapal memanggil kami untuk naik ke atas kapal. Begitu di kapal, empat orang bule tersebut terlihat tidak puas. Mungkin karena waktunya yang tergolong sedikit. Namun kapten kapal menjanjikan bahwa waktu snoerkeling di tujuan kami selanjutnya akan lebih lama.

Tujuan selanjutnya adalah Manta Point. Lokasi ini merupakan lokasi snoerkeling dan diving untuk melihat ikan manta di lautan lepas. Dari Pink Beach ke Manta Point kami menempuh waktu kurang lebih selama satu setengah jam. Begitu sampai di lokasi sudah banyak kapal yang ada di sana. Kapten kapal yang semula mengemudikan kapal beralih berdiri di haluan kapal. Dia bertugas untuk melihat dan memberi tau kami bahwa disekitar kapal terdapat ikan manta yang sedang berenang.

Di lokasi ini air lautnya memang sangat jernih dengan arus ombak yang tergolong tenang. Ikan manta yang berenang di samping kapal dapat terlihat secara jelas dari atas kapal. Begitu kapten kapal meneriakkan ada ikan manta, 4 orang bule dan Sefry langsung nyebur ke laut. Kalau saya menunggu tangga diturunkan dulu baru nyebur ke laut.

Dan memang benar begitu saya nyebur ke laut, sambil berpegangan tentunya, terlihat seekor ikan manta berenang di bawah kami. Mungkin manta yang saya lihat saat itu lebarnya kurang lebih 3 meter. Berenang dengan santai mejauh seakan tidak memperdulikan kami wisatawan yang mengagumi keindahannya. Mama, Kak Sefi, Kak Linda, dan Romo Stef yang tidak ikut nyebur juga turut mengagumi keindahan ikan manta tersebut dari atas kapal. Karena sudah seperti yang saya bilang, air laut saat itu sangat jernih dan posisi ikan manta berada hampir dipermukaan air.

Bagian hitam di bawah foto merupakan ikan manta yang terlihat dari atas kapal

Cukup lama kami di sini karena kapten kapal juga ikut berenang menyaksikan ikan manta. Kapal dikemudikan oleh ABK secara santai mengikuti mereka yang snoerkeling. Saya yang sudah puas, meskipun hanya sekali melihat ikan manta, memutuskan untuk mengeringkan diri di atas kapal. Sefry yang lebih lama berenang dari saya mengatakan melihat dua ikan manta berenang secara bersamaan. Sayang saya belum mempunyai kamera action atau underwater untuk mengabadikan keindahan ikan manta sehingga tidak bisa saya tampilkan dalam blog ini.

Manta Point ini juga merupakan destinasi terakhir kami dalam trip ini. Begitu semua penumpang sudah puas dan naik ke atas kapal kami melanjutkan perjalanan pulang ke Labuan Bajo. Perjalanan ke Labuan Bajo kami tempuh selama kurang lebih 2 jam. Dan akhirnya kami tiba dengan selamat di Labuan Bajo tepat pukul 5 sore.

Menurut saya pribadi untuk menjelajahi keindahan Taman Nasional Komodo tidak cukup hanya dengan trip 1 hari. Dalam satu hari ini saya terkesan di buru-buru oleh waktu dan tidak dapat secara maksimal menikmati destinasi yang kami tuju. Meskipun begitu trip satu hari ini sudah mampu menjawab rasa penasaran saya terhadap keindahan Taman Nasional Komodo ini. Di lain kesempatan, tentunya jika ada dana dan waktu, saya pasti akan mencoba trip 3 hari 2 malam dengan pilihan destinasi wisata yang lebih banyak lagi.

Tinggalkan Balasan