Touring Melewati Jalur Magetan – Karanganyar

Kurang lebih 6 tahun yang lalu saya pernah touring menuju kota Solo melalui jalur Magetan-Karanganyar. Jalur tersebut merupakan jalur alternatif dari Jawa Timur menuju Jawa Tengah, atau sebaliknya, selain jalur Sragen-Ngawi. Sejak saat itu saya belum pernah lagi melewati jalur ini hingga pada tanggal 8 April 2018 kemarin, saya berkesempatan untuk melewatinya sekali lagi.

Saya memulai perjalanan dari kota Caruban yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Madiun. Kebetulan saat itu saya sedang mengunjungi Nenek yang berada di sana. Perjalanan ini saya tempuh dengan menggunakan motor Honda Scoopy 125cc pinjaman dari kakak sepupu saya. Dalam perjalanan ini, tujuan destinasi saya adalah Candi Ceto yang berada di Kabupaten Karanganyar.

Dari Caruban menuju Candi Ceto jarak yang perlu ditempuh adalah 82 kilometer. Saya berangkat dari Caruban pada pukul 7.30 pagi dengan harapan sampai di Candi Ceto pada pukul 10.30. Karena saya berangkat pada hari Senin pagi jalanan masih tergolong lebih sepi. Pukul 09.00 saya sudah sampai di kota Magetan. Dari sini perjalanan mulai menarik. Udara mulai menjadi dingin karena jalan mulai menanjak dan mulai memasuki daerah pegunungan.

Kelebihan jalur alternatif Magetan – Karanganyar ini salah satunya adalah menawarkan pemandangan-pemandangan yang memesona dari lereng Gunung Lawu. Selepas dari kota Magetan, saya disuguhi dengan indahnya pemandangan Telaga Wahyu dan Telaga Sarangan dari ketinggian. Kedua telaga tersebut merupakan salah dua primadona wisata dari kota Magetan. Saya menyempatkan berhenti sejenak untuk mengambil foto dan menikmati keindahan dari kedua telaga tersebut.

Telaga Wahyu dari atas

Telaga Sarangan dari atas

Puas mengambil foto, saya kembali melanjutkan perjalanan. Jalan dari Telaga Sarangan menuju ke Cemoro Sewu lebih menanjak dan berkelok daripada jalan sebelumny karena jalur ini merupakan jalur yang membelah hutan lereng gunung Lawu. Untungnya jalan tersebut mulus dan terawat sehingga memudahkan pengendara untuk melaluinya. Di jalur Telaga Sarangan hingga Cemoro Sewu, pengendara di haruskan lebih berhati-hati. Karena di jalur berada di ketinggian maka kabut sering turun hingga mengahalangi pandangan dari pengendara. Untung saja saat itu karena masih pagi saya tidak menjumpai kabut turun.

Setelah melewati Cemoro Sewu, saya sampai pada daerah bernama Cemoro Lawang. Cemoro Sewu dan Cemoro Lawang ini merupakan perbatasan dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dari Cemoro Lawang ini jalanan mulai menurun. Dan bisa dibilang juga setelah melewati Cemoro Lawang  saya sudah berada di sisi lain dari lereng gunung Lawu.

Dari Cemoro Lawang hingga ke daerah Kemuning jalanan terus menurun. Sepanjang perjalanan saya disuguhi pemadangan alam yang sangat memesona. Pemandangan lereng gunung Lawu di sisi Jawa Tengah didominasi dengan perkebunan dan ladang dari masyarakat. Berbagai macam sayuran dan buah-buahan dapat ditemui sepanjang perjalanan turun ini.

Pemandangaan mulai berubah ketika masuk ke daerah Kemuning. Daerah ini dominasi dengan perkebunan teh yang sudah ada sejak jaman kolonial Belanda. Perkebunan teh Kemuning ini tersusun secara rapi memenuhi bukit-bukit yang ada di lereng gunung Lawu. Di beberapa sisi, perkebunan teh ini sudah ditata dengan baik oleh pengelola untuk dijadikan tempat wisata. Seperti misalnya di beberapa titik dari perkebunan teh ini sudah ditata sebagai tempat outbond dan ada wahana untuk dijadikan tempat selfie. Untuk dapat menikmati fasilitas tersebut tentunya pengunjung dikenakan tarif. Namun jika hanya ingin sekedar berfoto selfie dengan latar belakang kebun teh, masih banyak spot foto yang belum dikelola dan tidak dikenakan tarif untuk memasukinya.

Dari perkebunan teh Kemuning tersebut lokasi Candi Ceto sudah tidak jauh lagi. Setelah satu jam terakhir perjalanan didominasi dengan jalur turunan, untuk sampai ke Candi Ceto saya harus melalui jalur menanjak lagi. Jalur tanjakan menuju Candi Ceto bisa dibilang lumayan menyiksa motor. Untung saja kondisi motor saya waktu itu sedang dalam kondisi prima karena habis diservis. Setelah memakan waktu tempuh kurang lebih 3 jam, karena saya banyak berhenti untuk mengambil foto, akhirnya saya tiba di Candi Ceto.

*Nb
Trip saya ini merupakan satu kesatuan dengan trip:
Pesona Telaga Sarangan Magetan di Lereng Gunung Lawu
3 Objek Wisata di Sekitar Candi Cetho Karanganyar
Candi Cetho Karanganyar dalam Dekapan Lereng Gunung Lawu

Tinggalkan Balasan