Thank You Bandung

It’s time to move away. I forget Bandung. And all the empty promises will fall. All the friendly faces in disguise. This time, I’m gone to where this journey ends. This time, I’m closing down this fairytale.

Sebuah penggalan lirik dari lagu Forget Jakarta ciptaan Adhitia Sofyan. Saya mengubah sedikit lirik tersebut, yaitu kata Jakarta menjadi Bandung. Karena dalam postingan kali ini saya ingin menceritakan bahwa saya telah meninggalkan Bandung.

Pada tanggal 25 Maret 2017 silam, saya sudah resmi mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Telkom. Setelah mengenyam pendidikan selama 4 setengah tahun dengan berbagai suka dan dukanya, saya akhirnya berhasil mendapatkan gelar tersebut. Hal itu juga menandakan bahwa dengan mendapatkan gelar Sarjana, sudah waktunya juga bagi saya untuk meninggalkan kota Bandung.

Sedikit sedih sebenarnya ketika saya memutuskan untuk benar-benar meninggalkan kota Bandung. Meninggalkan segala ketidakpastian di dalamnya, serta meninggalkan segala kenyamanan yang didapatkan dari teman-teman saya. Tapi memang saya pribadi sudah tidak memiliki alasan yang kuat untuk tetap tinggal di Bandung. Urusan pendidikan sudah selesai, kerjaan belum juga di dapat, maka saya putuskan untuk kembali ke kota Surabaya.

Hal terberat bagi saya adalah meninggalkan teman-teman yang masih tertinggal di Bandung. Teman-teman yang selalu ada di setiap waktu dan selalu sedia saat saya membutuhkan mereka. Semua dari mereka saya baru kenal di Bandung. Perantauan saya yang seorang diri ke Bandung, tanpa seorang pun keluarga maupun teman dari Surabaya, membuat saya dengan teman-teman di Bandung menjadi lebih dekat. Peran mereka mampu menggantikan kehadiran keluarga, sehingga saya tidak mudah menjadi homesick. 

Dan dari merekalah kenangan akan Bandung menjadi lebih spesial lagi dalam hidup saya. Seperti kata Pidi Baiq, Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi. Mungkin jika ada kesempatan lagi dalam hidup saya akan datang lagi ke Bandung. Hanya saja bukan untuk tinggal, tetapi hanya sekedar berkunjung.

Tinggalkan Balasan