Semarak Kemeriahan HUT Ke-72 Indonesia di Kampung Perhutani Sambikerep Surabaya

Beberapa tahun belakangan hari kemerdekaan Indonesia selalu bertepatan dengan hari raya Idul Fitri. Entah memang hanya dikampung saya atau memang iya, kemeriahan hari kemerdekaan menjadi berkurang karena suasana bulan Ramadhan lebih diutamakan. Orang-orang disekitar rumah saya yang Muslim lebih memilih untuk beribadah atau berbuka puasa bareng keluarga atau teman, dibandingkan menggelar perlombaan untuk memeriahkan hari kemerdekaan.

Di tahun 2017 ini kemeriahan hari kemerdekaan di kampung saya kembali terasa. Mungkin karena tidak bertepatan dengan bulan Ramadhan. Atau juga mungkin karena saya baru pertama kali merasakan bulan Agustus di Surabaya semenjak kepulangan saya dari Bandung, entahlah. Tapi yang saya mau ceritakan pada postingan kali ini adalah bagaimana kemeriahan hari kemerdekaan Indonesia di kampung saya.

Semua bermula awal Agustus ketika Pak RT mengumumkan agar kampung kita mengecat berem halaman atau pagar rumah dengan warna-warna yang sudah ditentukan sehingga satu kampung menjadi seragam. Hanya saja karena kelewat kreatif, warga kampung saya mengecat berem halaman atau pagar rumah dengan warna-warna yang sesuai selera masing-masing.

Bahkan tak ketinggalan, jalan kampung yang memang terbuat dari paving block di lukis dengan gambar yang bertemakan anak-anak. Masing-masing warga menorehkan imajinasinya dengan menggambarkan berbagai macam karakter kartun. Diantaranya adalah karakter Spongebob, Naruto, Winnie the Pooh, Doraemon, Keropi, dan lain sebagainya. Karakter-karakter tersebut dilukis demi untuk mengejar predikat sebagai kampung ramah anak-anak.

Selain karakter-karekter tersebut, lukisan yang ditorehkan juga berbagai macam jenisnya. Seperti halnya tumbuh-tumbuhan, burung, hewan-hewanan, peta mini Indonesia, dan lain sebagainya. Tak ketinggalan pot-pot tanaman di halaman depan rumah juga di cat warna-warni untuk menambahkan kesan meriah.

Yang menarik sebenarnya adalah keikutsertaan dari seluruh warga kampung. Warga-warga rela mengorbankan waktu hingga dini hari demi mengecat jalan paving block hingga menjadi semenarik mungkin. Bahkan tak jarang dari mereka ada yang baru pulang kerja di malam hari dan rela ikut turun untuk membantu mengecat jalan. Termasuk Papa saya yang ikut nge-cat hingga jam 1 dini hari, padahal harus masuk kerja lagi pada jam 7 pagi harinya. Kerja keras tersebut berbuah dengan mendapatkannya kami juara 1 untuk kategori lomba kampung warna-warni yang diselenggarakan oleh Keluruhan Sambikerep Surabaya.

Kenapa jalan yang dicat? Karena kampung saya tidak memiliki tembok kosong yang bisa di cat. Beberapa tembok yang bisa dicat juga ditutupi dipenuhi dengan tanaman sang pemilik rumah. Jadi pilihan warga kampung untuk menumpahkan kreatifitas adalah di jalan paving block. Ya resikonya memang lukisan-lukisan tersebut harus rela diinjak-injak oleh warga atau kendaraan pada akhirnya.

Kemeriahan hari kemerdekaan berlanjut saat malam tirakatan yang jatuh pada tanggal 16 Agustus. Warga kembali berkumpul untuk tirakatan dan menyantap hidangan yang sudah disajikan secara bersama-sama. Acara malam tirakatan ini diselenggarakan untuk memeriahkan sekaligus untuk mengucap syukur atas kemerdekaan yang sudah diraih selama 72 tahun oleh bangsa Indonesia.

Saat malam tirakatan, panitia juga mengadakan lomba bagi anak kecil dan bagi orang tua. Lombanya pun macam-macam khas lomba Agustusan. Diantaranya ada lomba makan kerupuk, pindah kelereng dengan sendok, mengambil kelereng dari wadah tepung dengan dua jari, dan lain sebagainya. Warga senantiasa turut serta untuk memeriahkan acara kemerdekaan Indonesia yang ke-72 ini.

Semoga saja kemeriahan seperti itu tidak hanya terjadi pada bulan Agustus saja, tetapi tetap meriah hingga bulan-bulan berikutnya. Dan juga semoga saja dengan kemeriahan bulan Agustus ini dapat membantu merekatkan warga yang renggang, mendamaikan yang bermusuhan, dan mengkompakkan seisi kampung. Karena jika warga kampung kompak akan tercipta suasana lingkungan tempat tinggal yang harmonis satu sama lain.

Tinggalkan Balasan