Edu Hostel Yogyakarta untuk Para Backpaker

Diakhir pekan terakhir dibulan Oktober, tepatnya tanggal 28-29 Oktober, saya bersama kelima teman berlibur ke Yogyakarta. Sebelum menentukan destinasi wisata pertama-tama kami mencari tempat untuk bermalam. Kriteria tempat menginap yang kami inginkan adalah satu rombongan yang berisi enam orang bisa masuk ke dalam satu kamar atau menyewa villa/rumah.

Berbekal aplikasi pencari penginapan di smartphone, kami akhirnya memilih Edu Hostel yang terletak di Jalan Letjen Suprapto No. 17, Ngampilan Yogyakarta. Alasannya karena hostel tersebut memiliki kamar yang sanggup memuat enam orang sekaligus dalam satu kamar dengan harga yang relatif murah. Ditambah Edu Hostel juga tidak terlalu jauh dengan Jalan Malioboro dan mendapatkan layanan breakfast pada pagi harinya.

Edu Hostel memiliki beberapa jenis kamar dengan kapasitas per kamar 4 orang dan 6 orang. Kamar-kamar tersebut dibagi tipenya menjadi 4, yaitu 6 bed private dorm, 4 bed private dorm, single bed shared female dorm, dan single bed shared male dorm. Untuk yang single bed shared jumlah tempat tidur dalam satu kamarnya adalah 6 tempat tidur. Untuk menginap satu malam, Edu Hostel mematok harga yang relatif murah dengan berbagai fasilitas yang disediakan.

Kamar yang kami pilih tentunya 6 bed private dorm karena dalam rombongan terdapat 2 orang cewek. Pertimbangannya karena jika menyewa yang single bed shared harga yang kami bayar akan lebih mahal. Total biaya yang kami keluarkan untuk menyewa 6 bed private dorm pada tanggal 28-29 Oktober adalah Rp. 400.000,00.

Untuk fasilitas di dalam kamar sudah terbilang baik. Setiap tempat tidur mendapatkan bantal dan selimut. Kamar dilengkapi dengan AC. Setiap satu tempat tidur mendapatkan satu loker pribadi yang ukurannya besar. Disetiap loker tersebut terdapat satu colokan. Namun sayangnya wifi hostel ini tidak sampai ke kamar. Wifi hanya bisa dinikmati di area lobby saja.

Setiap kamar dilengkapi dengan kamar mandi. Dalam kamar mandi tersebut terdapat 2 shower yang dipisahkan dengan sekat dan ditutupi dengan tirai gorden. Jadi dalam satu waktu bisa mandi dua orang sekaligus untuk menghemat waktu. Disetiap sekatnya sudah disediakan sabun dan shampo, namun tidak disediakan sikat dan pasta gigi. Oh iya, pintu kamar mandi dihostel ini tidak bisa dikunci. Pembatas privasi satu-satunya dalam kamar mandi ini adalah tirai gorden di masing-masing sekat. Untuk toiletnya berada disamping kamar mandi dan terletak diruangan yang berbeda.

Untuk fasilitas di luar kamar, Edu Hostel terbilang baik dalam memanjakan tamunya. Lift disediakan untuk naik turun gedung 5 lantai. Di area lobby terdapat area hiburan yang terdapat Tv, alat musik, permainan, buku bacaan, dan kursi santai. Adanya komputer yang bisa bebas digunakan oleh tamu hostel. Terdapat juga sepeda yang bisa disewa untuk bersepeda keliling kota Yogyakarta.

Di lantai 5 atau rooftop terdapat area publik yang digunakan untuk breakfast tamu hotel. Rooftop ini juga bisa digunakan untuk bersantai sambil menikmati kota Yogyakarta dari ketinggian. Terdapat juga sebuah kolam, yang bisa dibilang kolam celup, karena dalamnya yang hanya setinggi lutut orang dewasa. Area rooftop ini hanya dibuka pada pukul 06.00-09.30 dan pukul 16.00-22.00.

Untuk breakfastnya, jika saya tidak salah, berbeda setiap harinya. Saat saya breakfast menu yang saya nikmati adalah nasi goreng. Pilihan minumnya ada tiga, yaitu teh, kopi, dan air putih. Sayangnya ketika mengambil nasi goreng, tamu tidak bisa mengambil sendiri. Sudah ada staff yang menjatah berapa banyak nasi goreng yang diterima setiap tamu.

Yang perlu diperhatikan, hostel ini melarang tamu merokok di dalam kamar. Tempat untuk merokok sudah disediakan oleh pihak hostel. Yang pertama ada di rooftop dan smoking area di samping area lobby.

Bagi yang memiliki budget minim untuk menginap, hostel ini bisa menjadi pilihan ketika berlibur ke Yogyakarta. Apalagi jika anda tidak risih atau terganggu tidur dengan orang yang baru dikenal. Letaknya yang tidak jauh dari Malioboro juga menjadi pertimbangan tambahan karena akses kemana-mananya menjadi lebih mudah.

Tinggalkan Balasan