Pesona Telaga Sarangan Magetan di Lereng Gunung Lawu

Saya memutuskan untuk meninggalkan daerah Karanganyar tidak terlalu sore untuk kembali pulang ke Caruban. Kurang lebih jam 2 siang saya sudah menancap gas kembali setelah selesai mengisi perut. Perhitungannya agar ketika melewati perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur di lereng Gunung Lawu saya tidak terjebak kabut yang turun ke jalan raya. Karena memang di rute tersebut kabut sering turun ketika siang menjelang sore hari hingga menutupi jalan raya.

Dalam perjalanan pulang tersebut saya sempatkan dulu untuk mampir ke Telaga Sarangan yang telah saya lalui sebelumnya dalam perjalanan berangkat. Saat saya ke sana, entah karena saya salah melewati jalur atau karena apa, saya tidak dikenakan biaya atau tiket masuk area Telaga Sarangan. Tak banyak yang saya lakukan di sini. Awalnya saya juga ingin mampir ke Air Terjun Tirtosari yang masih terletak di dalam satu kawasan wisata. Baru sampai di loket masuk, petugas meminta saya untuk datang esok hari saja karena hari sudah sore. Alasannya karena untuk sampai ke air terjun pengunjung harus treking dulu dan ketika sampai ke sana takutnya hari sudah mulai gelap.

Belum berhasil mengunjungi air terjun, alhasil saya hanya berkeliling mengitari telaga. Telaga Sarangan sendiri merupakan salah satu telaga alami yang terletak di lereng Gunung Lawu pada ketinggian 1200 mdpl. Secara administratif Telaga Sarangan terletak di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa timur. Telaga ini memiliki luas sekitar 38 hektare dengan kedalaman 28 meter. Paduan keindahan dari telaga dan pegunungan membuat Telaga Sarangan menjadi salah satu ikon wisata dari Kabupaten Magetan.

Telaga Sarangan memiliki sebuah pulau yang terletak sedikit ke arah pinggir danau. Pulau tersebut tidak bisa di datangi oleh pengunjung karena memang tidak ada akses menuju ke sana. Lebatnya pepohonan memenuhi pulau tersebut. Pengunjung hanya bisa melihat pulau tersebut dari kejauhan. Atau jika memang ingin lebih dekat pengunjung dapat menyewa perahu untuk mendekat ke pulau tersebut. Dari informasi yang saya dapat, di pulau tersebut konon terdapat 3 makam orang sakti.

Sebagai ikon wisata, Telaga Sarangan juga memiliki penampilan kebudayaan yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Penampilan tersebut sebenarnya adalah upacara kebudayaan yang masih dipercaya oleh warga sekitar Telaga Sarangan dan dilakukan setiap tahun. Upacara tersebut bernama Larung Sesaji yang diselenggarakan setiap bulan Ruwah kalender Jawa atau dengan kata lain menjelang bulan Ramadhan. Sesuai namanya, bentuk upacara ini adalah melarungkan sesaji setinggi 2 meter lebih ke tengah-tengah Telaga Sarangan. Upacara Larung Sesaji dilaksanakan guna untuk wujud syukur kepada Tuhan yang Maha Esa.

Jujur saja saya belum pernah secara langsung melihat upacara Larung Sesaji tersebut. Saya baru tau ada upacara tersebut ketika duduk-duduk di tepi telaga sambil menikmati ronde hangat. Pengelola Telaga Sarangan sudah menata dengan baik fasilitas untuk memanjakan pengunjung. Di tepian telaga terdapat beberapa bangku yang bisa digunakan pengunjung untuk sekedar duduk-duduk menikmati pemandangan telaga, seperti yang saya lakukan. Penjaja kuliner tersebar hampir sepanjang tepian telaga. Bersiap menawarkan dan melayani permintaan dari pengunjung.

Di Telaga Sarangan ini, sepeda motor dapat digunakan hingga ke dalam area wisata. Atau dengan kata lain pengunjung dapat memutari Telaga Sarangan dengan sepeda motornya. Kalau untuk kendaraan mobil memang tidak dapat memutari Telaga Sarangan karena sempitnya jalan. Tetapi pengelola sudah menyediakan tempat parkir khusus untuk mobil. Bagi pengguna kendaraan mobil yang ingin memutari telaga dapat menyewa fasilitas kuda. Atau jika ingin sehat, pengunjung bisa berjalan kaki, tetapi memang jarak mengitari Telaga Sarangan tidak bisa dibilang pendek.

Yang namanya telaga memang identik dengan wisata air. Untuk di Telaga Sarangan, setau saya, pengunjung di larang untuk berenang karena Telaga Sarangan tergolong dalam. Namun pengunjung diberikan alternatif lain oleh pengelola untuk berwisata air di telaga ini. Pengunjung dapat menyewa perahu kayuh untuk mengitari telaga. Memang perahu kayuh sangat menguras tenaga untuk menjalankannya. Jika tidak ingin capek, pengunjung dapat menyewa speed boat untuk mengitari telaga.

Di kawasan Telaga Sarangan terdapat banyak sekali penginapan mulai dari harga yang sangat murah hingga harga yang mahal. Penginapan tersebut dapat dijadikan alternatif bagi pengunjung yang ingin bermalam di kawasan Telaga Sarangan. Di satu titik terdapat juga pasar yang berisikan oleh-oleh mulai dari kuliner, buah dan sayur, hingga kerajinan tangan. Di pasar tersebut pengunjung dapat membeli buah tangan khas daerah Magetan.

Tak banyak yang saya lakukan di sini. Menghabiskan sore yang tenang di tepian telaga dengan dinginnya udara Telaga Sarangan seolah memberikan penutup yang berkesan ditrip saya kali ini. Setelah Ronde hangat saya santap habis, saya segera bergegas untuk kembali pulang ke Caruban karena memang hari sudah mulai gelap.

*nb
Trip saya di Sarangan ini merupakan satu kesatuan dengan trip:
3 Objek Wisata di Sekitar Candi Cetho Karanganyar
Candi Cetho Karanganyar dalam Dekapan Lereng Gunung Lawu
Touring Melewati Jalur Karanganyar – Magetan

1 tanggapan pada “Pesona Telaga Sarangan Magetan di Lereng Gunung Lawu”

  1. Pingback: 3 Objek Wisata di Sekitar Candi Cetho Karanganyar - Egi Eligius

Tinggalkan Balasan