Pertama Kali Foto Wedding, Lelah!!

Jumat (17/4), saya bertolak  ke Jakarta untuk menghadir pernikahan Om Luis yang akan diselenggarakan besoknya pada hari Sabtu (18/4). Bersama dengan Mama dan seorang teman, Ivan, kami berangkat ke Jakarta denganmenggunakan kereta api Argo Parahyangan.
Singkat cerita, selain untuk menghadiri acara pernikahantersebut saya juga ditugaskan oleh Om Luis untuk memotret acara pernikahan tersebut. Ketika pertama kali diminta, saya sempat kaget sekaligus antusias. Pasalnya karena memang sebelumnya saya belum pernah memotret acara pernikahan. Meskipun memotret merupakan salah satu keahlian saya, tetapi untuk sebuah acara penting seperti pernikahan, ini merupakan tantangan baru bagi saya. Apalagi momen pernikahan merupakan suatu peristiwa penting dan setiap momen di dalamnya wajib untuk diabadikan.

Untuk itulah saya mengajak Ivan untuk membantu memotret acara ini. Dia pun sama seperti saya, belum pernah memotret acara pernikahan. Tetapi karena memang sudah dari awal “bondo nekat”, maka kami jalan terus. Selain itu karena memang perlatan yang pas-pasan, sebelum berangkat ke Jakarta kami melengkapi peralatan memotret kami dengan cara meminjam dari teman. Karena memang alat yang kami punya ya hanya kamera.IMG_0586

Yang membuat saya sedikit lega, ternyata Om Luis juga menyewa fotografer profesional untuk ikut mendokumentasikan acara pernikahan tersebut.Karena sebelumnya Om Luis tidak bilang kalau ada fotografer lain.Tentunya hal tersebut meringankan beban kami, yang notabene memang masih amatir.

Layaknya pernikahan pada umunya, acara terbagi menjadi dua. Yaitu acara pemberkatan pernikahan di gereja dan juga resepsi. Saya dan Ivan semakin kelihatan amatir ketika memotret pemberkatan nikah, karena kami tidak mengetahui urutan acara tersebut. Jadilah kami hanya mengekor dengan fotografer profesional tersebut. Mereka ke sana, kami ikut ke sana. Mereka ke sini kami juga ikut ke sini. Yang penting momen dapat saja, itu sudah cukup.

Foto Om Luis-2

Dalam resepsi, acara terkesan lebih santai karena isinya hanya beramah tama dan pesta saja. Meskipun begitu kami tidak boleh ikutan santai juga. Meskipun momen yang paling penting sudah terjadi di gereja, kami masih memiliki tugas di sini. Yaitu memotret tamu undangan yang datang. Acara resepsi tersebut berlangsung selama enam jam. Di situ tenaga kami benar-benar dikuras habis, ditambah kondisi kami sebelumnya sudah capek karena rentang waktu istirahat dari acara pemberakatan nikah di gereja hanya dua jam saja.

Memotret pernikahan merupakan pengalaman baru bagi saya.Beruntung bagi saya dan Ivan yang amatir ini dapat ikut andil dalam mengabadikan momen berharga tersebut. Setidaknya meskipun kami pada akhirnya kami mengambil kesimpulan bahwa memotret pernikahan itu melelahkan, kami dapat belajar dan tau bagaimana susahnya menjadi seorang fotografer pernikahan.

Foto 1

Yah pada akhirnya kami mengucapkan selamat kapada Om Luis dan Tante Ani. Semoga diberkati pernikahannya dan dapat selalu bersama dalam suka maupun duka. Terima kasih kami telah diberi kesempatan untuk dapat mengabadikan momen berharga ini. Salam hangat dari keponakanmu.

foto 3

IMG_0449

Tinggalkan Balasan