Pengalaman Tidak Menyenangkan dengan Wings Air

Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya terbang dengan Lion Group, tepatnya maskapai Wings Air. Pengalaman yang tidak mengenakan dan cukup merepotkan bagi saya. Tidak ada maksud menjelekkan dalam tulisan, hanya untuk berbagi pengalaman saja. Semoga dapat menjadi kritik dan masukan bagi maskapai Wings dan Lion Groups.

Harga tiket pesawat dari Surabaya ke Labuan Bajo memang terbilang cukup mahal. Tidak ada penerbangan langsung, sehingga penumpang yang ingin terbang ke Labuan Bajo harus transit dulu di Denpasar Bali atau di Kupang NTT. Harga tiket yang ditawarkan berbagai maskapai penerbangan sudah menyentuh harga 1.4 juta ke atas.

Seminggu sebelum perjalanan, ketika Papa saya cek harga tiket, harga penerbangan Surabaya ke Labuan Bajo dengan maskapai Lion Air adalah 1.2 juta rupiah. Harga yang cukup murah dibandingkan dengan maskapai lainnya. Langsung saja Papa saya membeli tiket untuk kepergian saya dengan mama untuk 20 Agustus 2017. Papa saya berangkat kemudian dengan maskapai yang sama pada tanggal 21 Agustus 2017.

Penerbangan dari Surabaya ke Kupang dengan Lion Air nomor penerbangan JT 692 terbilang lancar. Saat check-in hingga boarding di Bandara Juanda Surabaya tidak ada kendala. Waktu take-off pukul 11.40 WIB, terlambat 20 menit dari jadwal. Masih bisa dimaklumi karena antrian pesawat yang ingin lepas landas juga.

Penerbangan ke Bandara El Tari Kupang juga lancar. Perjalanan 2 jam sesuai jadwal. Meskipun kami sempat berputar-putar di udara Kupang sebelum mendarat karena antrian pesawat lain yang juga ingin mendarat. Pesawat Lion Air mendarat pukul 14.45 WITA, tepat waktu sebenarnya jika melihat jadwal penerbangan. Hanya saja ketika kami mendarat kami langsung diburu-buru untuk naik ke pesawat berikutnya.

Transit kami lakukan tidak sampai 10 menit. Hal tersebut karena harus mengejar penerbangan selanjutnya pada pukul 15.00 WITA. Penerbangan kami lanjutkan dengan pesawat Wings Air dengan nomor penerbangan IW 1925. Penerbangan satu setengah jam kami lalui dengan lancar dan mendarat di bandara Komodo Labuan Bajo pada pukul 16.30 WITA. Tepat waktu dari jadwal yang ditentukan.

Masalah terjadi saat di bandara Komodo. Banyaknya penumpang yang datang membuat antrian bagasi menjadi panjang. Apalagi area pengambilan bagasi hanya ada 2. Lama saya menunggu, bagasi tidak kunjung datang. Padahal pesawat yang datang setelah kami antrian pengambilan bagasi sudah selesai. Setelah 1/2 jam lebih menunggu barulah kami tau penyebabnya.

Ternyata bagasi saya tertinggal di Kupang saat pesawat melalukan transit. Tidak hanya saya, tetapi semua penumpang yang melakukan transit dari bandara Juanda Surabaya yang kurang lebih berjumlah 10 orang. Tentunya kami kaget dengan penjelasan yang diberikan oleh staff darat Lion Group. Bagaimana tidak, barang-barang yang kami bawa untuk kebutuhan di Labuan Bajo tidak bisa kami bawa saat itu juga.

Dari penjelasan staff darat, barang-barang tersebut baru bisa kami ambil esok harinya pada pukul 08.00 pagi. Kami semua meminta hari itu juga agar barang bisa sampai di Laboan Bajo. Tetapi ternyata penerbangan yang kami gunakan merupakan penerbangan terakhir yang menuju ke Labuan Bajo. Dan solusi satu-satunya adalah menunggu hingga besok harinya.

Saya pribadi sempat tidak bisa terima karena bagaimana bisa saya percaya barang tersebut aman di Kupang sana. Apalagi ditambah adanya beberapa pemberitaan di media tentang perlakuan nakal yang dilakukan oleh petugas bagasi bandara. Penumpang yang lainnya pun sempat melakukan protes dan meminta pertanggung jawaban dari Wings Air. Tetapi jawaban dari mereka ya tetap itu saja.

Di situ saya juga sadar bahwa tidak ada gunanya untuk marah dengan petugas darat yang ada di bandara Komodo. Mereka tidak tau apa-apa tentang transit yang dilakukan dan seketika menerima kabar bahwa bagasi tertinggal di Kupang. Untungnya mereka menjelaskan dengan baik dan melakukan pendataan ulang guna mendata barang-barang tertinggal dari penumpang transit.

Dari pengamatan saya, peristiwa ini terjadi karena kurangnya manajemen waktu dari maskapai Lion Air dengan Wings Air. Waktu transit yang hanya 10 menit apakah tidak bisa untuk memindahkan barang-barang dari penumpang yang transit. Apakah barang-barang tersebut sengaja ditinggal di Kupang dan tidak dimasukkan kedalam pesawat Wings Air hanya karena untuk mengejar ketepatan waktu untuk take-off. Atau apakah ada miss communication antar petugas darat dengan pesawat Wings Air terkait dengan pemindahan bagasi. Saya juga tidak tau, dan tidak ada penjelasan lebih lanjut terkait persoalan tersebut dari petugas darat di Labuan Bajo.

Untung saja bagi saya barang-barang yang di bagasi tersebut masih tidak terlalu berharga. Isinya hanyalah koper yang berisi pakaian dan beberapa oleh-oleh makanan. Ditambah lagi hari itu memang saya memutuskan untuk menginap dulu semalam di tempat saudara di Labuan Bajo sehingga tidak terlalu terburu-buru. Hanya saja dari beberapa penumpang tersebut ada yang langsung melanjutkan perjalanan keluar kota Labuan Bajo. Beberapa dari mereka juga sangat membutuhkan barang yang ada di bagasi tersebut. Waktu dan uang menjadi terbuang sia-sia karena kejadian tersebut.

Kehabisan kata-kata dan ide untuk protes, karena memang tidak ada pilihan lain juga, kami akhirnya memutuskan menerima solusi dari petugas darat Wings Air. Barang di bagasi baru bisa di ambil esok hari tanggal 21 Agustus 2017 pukul 08.15 WITA saat penerbangan pertama mendarat dari Kupang ke Labuan Bajo. Saya sendiri pulang dengan perasaan yang tidak kemas. Harap-harap cemas apakah barang tersebut aman atau tidak di bandara El Tari Kupang sana.

Sesuai janji barang-barang tersebut datang esok harinya pukul 08.35 WITA. Sebelum meninggalkan tempat pengambilan barang, saya cek satu-satu isi barang bawaan saya. Untungnya saja tidak ada yang kurang ataupun hilang. Setelah urusan selesai langsung saja saya meninggalkan bandara.

Semoga saja kejadian tersebut tidak terulang kembali. Saya pribadi beberapa kali menggunakan maskapai Lion Group karena banyak pilihan penerbangan dan tentunya karena harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan maskapai lain. Kenyamanan dan keselematan penumpang merupakan faktor utama yang harus diperhatikan dari setiap maskapai penerbangan. Semoga pengalaman saya ini dapat menjadi kritik bagi Lion Group untuk lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada penumpangnya.

1 tanggapan pada “Pengalaman Tidak Menyenangkan dengan Wings Air”

  1. Pingback: Flores Trip – Beginning of the Journey – Egi Eligius

Tinggalkan Balasan