Ke Taman Safari Prigen Bersama Keluarga

Sebagai umat Katolik, saya dan keluarga berkewajiban untuk merayakan Misa Malam Natal dan Misa Hari Raya Natal pada tanggal 24 dan 25 Desember. Hari Raya Natal tersebut berarti juga bahwa saatnya liburan bagi keluarga. Maka dari itu usai menjalankan Misa pagi pada tanggal 25 Desember 2017, kami sekeluarga langsung tancap gas ke luar kota Surabaya.

Destinasi pilihan kami kali ini adalah Taman Safari Indonesia 2 Prigen. Alasannya karena pada tanggal 22-25 Desember 2017 merupakan long weekend dan kemungkinan desitinasi wisata seperti kota Malang dan Batu pasti dipadati oleh wisatawan. Daripada capek bermacet-macetan dijalan, kami memilih Taman Safari Prigen yang tergolong lebih dekat dan mudah dijangkau dari Surabaya.

Sebelum memasuki Taman Safari Prigen, kami menyempatkan diri untuk membeli wortel yang dijual warga diperkampungan sebelum pintu masuk Taman Safari Prigen. Wortel-wortel tersebut dijual seharga Rp. 15.000- Rp. 20.000 per ikatnya. Satu ikat dapat berisi 6-7 wortel yang dapat digunakan untuk memberi makan satwa di dalam Taman Safari Prigen. Sebenarnya pengelola Taman Safari Prigen juga menjual wortel untuk pakan satwa. Namun pikir kami, kalau membeli di warga perkampungan, kami dapat menawar harganya sehingga bisa mendapatkan wortel yang lebih banyak.

Tiket masuk yang kami beli adalah tiket rusa seharga Rp. 110.000,00. Total biaya yang kami keluarkan adalah Rp. 330.000,00 untuk tiket masuk 3 orang dan Rp. 20.000,00 untuk mobil yang kami gunakan. Dengan tiket tersebut kami mendapatkan fasilitas Safari Adventure dan 1x tiket pertunjukan satwa. Jika sudah sekali menonton dan ingin menonton pertunjukan satwa lagi, maka pengunjung dengan tiket ini diharuskan membeli tiket pertunjukan satwa yang dijual diloket depan panggung pertunjukan.

Fasiltas pertama yang kami nikmati adalah Safari Adventure karena memang untuk inilah kami datang ke Taman Safari. Safari Adventure merupakan daya tarik utama dari tempat wisata ini. Pengunjung dapat melihat satwa-satwa lebih dekat melalui dalam mobil atau bus yang disediakan oleh pengelola wisata. Satwa-satwa tersebut dilepas secara bebas, meskipun tidak bebas-bebas amat, seperti dihabitat alaminya sehingga pengunjung dapat berinteraksi secara langsung dengan beberapa satwa, khususnya satwa herbivora.

Safari Adventure dibagi menjadi 4 kawasan, yaitu kawasan Amerika, kawasan Karnivora, kawasan Asia, dan kawasan Afrika. Hanya di kawasan Karnivora saja pengunjung dilarang membuka kaca mobil dan berinteraksi dengan satwa. Alasannya ya jelas untuk menjaga keselamatan pengunjung dan juga satwa.  Di 3 kawasan lainnya, pengunjung dapat membuka kaca dan berinteraksi dengan satwa dengan cara memberi makan wortel kepada satwa-satwa herbivora.

Ada sedikit perbedaan ketika terakhir kali kedatangan saya ke Taman Safari Prigen setahun yang lalu. Tidak semua satwa herbivora bisa turun ke jalan dan berinteraksi dengan pengunjung. Dibeberapa wilayah satwa, seperti contohnya wilayah llama, bison, dan banteng, terdapat kawat pembatas setinggi lutut satwa-satwa tersebut sehingga satwa-satwa tersebut tidak bisa mendekat ke mobil pengunjung. Namun di wilayah lainnya, seperti wilayah rusa, antelope, dan zebra, tidak terdapat kawat pembatas tersebut. Mungkin untuk persoalan ini pengelola Taman Safari memiliki pertimbangan tersendiri.

Kurang lebih selama satu jam kami menjelajahi Safari Adventure dan segera masuk ke zona rekreasi. Di zona rekreasi ini terdapat berbagai macam fasilitas, diantaranya adalah baby zoo, pertunjukan satwa, area permainan, dan area kuliner. Waktu sudah menunjukkan lewat tengah hari, maka kami memutuskan untuk mengisi perut dulu di Safari Fried Chicken. Antrian pengunjung di Safari Fried Chicken ini tergolong lebih lengang dibandingkan dengan Gading Restaurant.

Usai mengisi perut kegiatan kami selanjutnya adalah menuju area pertunjukan Temple of Terror. Pertunjukkan ini mengisahkan aksi petulangan ala Indiana Jones yang dikemas ulang sehingga dapat disebut menjadi Java Jones. Aksi-aksi yang menegangkan dan sisipan-sisipan komedia membuat pengunjung hanyut dalam alur cerita pertunjukan. Efek-efek seperti ledakan dan semburan api yang benar-benar asli membuat pertunjukan ini semakin keren. Tak ketinggalan, satwa-satwa yang terlatih dihadirkan untuk menambah keseruan dalam pertunjukan ini.

Saat menonton pengunjung dilarang keras mendokumentasikan pertunjukan ini baik dalam bentuk foto maupun video. Entah mungkin karena asalan hak cipta saya juga tidak mengerti. Namun dengan tidak mendokumentasikan pertunjukan tersebut, secara pribadi saya lebih dapat menikmati isi atau cerita dari pertunjukan Temple of Terror. Foto di bawah ini saya ambil ketika pertunjukan Temple of Terror selesai.

Pertunjukan Temple of Terror selesai kurang lebih pukul 16.30. Seusai pertunjukan tidak banyak yang bisa kami lakukan lagi karena sebagian besar fasilitas Taman Safari tutup pada pukul 17.00. Sisa waktu tersebut kami gunakan untuk mengunjungi kandang macan, aquatic land, taman reptil, dan australian outback sebelum kembali pulang ke Surabaya.

Taman Safari Prigen merupakan pilihan yang tepat untuk menghabiskan liburan bersama keluarga. Apalagi bagi keluarga yang memiliki anak kecil. Selain berwisata melihat satwa secara langsung, Taman Safari juga menyediakan berbagai permainan yang menarik dan tentunya aman bagi anak-anak kecil. Karena keluarga kami tidak ada anak kecilnya, melihat satwa dan menikmati suasana pegunungan sudah cukup bagi kami untuk refreshing dari hiruk pikuknya kota Surabaya.

1 tanggapan pada “Ke Taman Safari Prigen Bersama Keluarga”

Tinggalkan Balasan