One Day Trip: Air Terjun Duyung Trawas Hill

Beberapa bulan yang lalu, Mama mengikuti ibu-ibu PKK rekreasi ke Trawas, Mojokerto. Dalam rekreasi tersebut rombongan mengunjungi beberapa tempat wisata, salah satunya adalah Duyung Trawas Hill (DTH). DTH sendiri merupakan salah satu destinasi liburan keluarga di Trawas yang mengutamakan kegiatan outbond.

Dari cerita Mama dilokasi ini terdapat sebuah air terjun yang menuju ke sana harus treking dulu. Karena rombongan ibu-ibu yang tidak ingin treking, maka Mama juga tidak mengunjungi air terjun tersebut. Dari cerita Mama tersebut saya penasaran dan memutuskan untuk mengunjungi pada awal Oktober lalu.

Dari Surabaya waktu tempuh yang saya lalui sekitar 2 jam. Rute yang saya pilih adalah melalui Pandaan melewati Tretes hingga tembus ke Trawas. Rute ini saya pilih karena tergolong lebih mudah. Apalagi jika melalui Tretes saya ditemani dengan pemandangan 2 gunung yang indah, yaitu Gunung Arjuna dan Gunung Welirang.

Letak DTH sendiri terbilang sedikit masuk ke area hutan dan jauh dari keramaian. Hal ini memang yang ingin disuguhkan oleh DTH, yaitu kenyamanan udara pegunungan yang sejuk dan segar. Namun tidak perlu khawatir, petunjuk jalan menuju ke DTH ini sangat mudah untuk diikuti.

Tiket perorang yaitu Rp. 10.000,00 untuk memasuki kawasan wisata. Saya tidak tau apakah jika ingin mengikuti outbond atau kolam renang harus membayar lagi atau tidak. Saya memutuskan untuk langsung saja ke lokasi air terjun karena memang itulah tujuan saya ke sini. Dari lokasi outbond menuju ke air terjun saya harus berjalan kurang lebih 500 meter.

Karena masuk ke dalam lokasi wisata, trek menuju ke air terjun sudah disiapkan dengan baik oleh pengelola. Di beberapa titik yang memiliki tanjakan/turunan curam disediakan pegangan dari besi ataupun kayu. Setiap 100 meter juga diberi papan penujuk jalan sehingga pengunjung tau berapa jauh lagi mereka akan sampai ke tempat lokasi.

Setelah melewati 400 meter yang melelahkan, akhirnya saya sampai di lokasi air terjun. Air terjun ini dinamakan Air Terjun Duyung Trawas Hill (DTH), sesuai dengan nama dari kawasan wisata ini. Air terjun DTH memiliki ketinggian kurang lebih 8 meter dengan aliran air yang tidak terlalu deras. Mungkin karena saat itu sedang musim kemarau dan saya juga tidak tau apakah sungai di atasnya besar atau kecil.

Di bawah air terjun terdapat kolam yang cukup besar yang bisa digunakan wisatawan untuk bermain air. Saya rasa kolam ini tidak terbentuk secara alami dan sengaja dibentuk oleh pengelola wisata. Kolam tersebut terbilang dangkal, dalamnya hanya sebatas pinggang orang dewasa. Bagi anak kecil bermain di air terjun ini tergolong aman tanpa perlu khawatir terseret arus.

Saat saya mengunjungi air terjun DTH, tidak ada wisatawan lain selain saya dan teman saya. Air terjun DTH tersebut seolah-olah dikhususkan bagi kami pada hari itu. Jadilah kami bermain cukup lama di sana. Sedang asyik bermain, saya dikagetkan dengan munculnya 3 ekor ikan di dalam kolam. Dari penglihatan saya, ikan tersebut sejenis ikan koi. Mungkin sengaja ditaruh oleh pengelola atau mungkin saja juga alami untuk meramaikan kolam air terjun DTH. Kehadiran ikan tersebut menambah kesan asri dari air terjun DTH ini.

Sejauh yang saya lihat dilokasi kolam air terjun DTH ini tidak ada sampah hasil dari limbah manusia. Dibeberapa titik juga dapat ditemui tempat sampah. Tak jauh dari air terjun disediakan juga kamar mandi yang bisa digunakan oleh wisatawan untuk bilas seusai puas mandi di bawah air terjun. Untuk kenyamanan pengunjung pengelola dari lokasi wisata ini sudah melakukannya dengan baik.

Tinggalkan Balasan