Menginap di Kampoeng Joglo Ijen Banyuwangi

Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam saat kami tiba di halaman parkir villa Kampung Joglo Ijen. Rasa lelah yang teramat sangat akibat perjalanan yang cukup panjang dari Teluk Hijau membuat saya segera ingin membaringkan badan di kasur. Untung saja sebelumnya kami sudah melakukan booking secara online, sehingga proses administrasinya tidak begitu lama. Begitu kunci sudah di tangan kami bergegas pergi ke kamar.

Sesuai dengan namanya, bangunan-bangunan villa di sini didesain bergaya joglo dengan berbagai tipe villa. Villa ini berlokasi di Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi dan terletak di ketinggian 570 mdpl. Keindahan dan suasana alam lereng Gunung Ijen menjadi salah satu daya tarik utama dari Kampoeng Joglo Ijen. Tipe villa yang kami pilih adalah tipe standart twin room yang dapat menampung hingga 3 orang. Meskipun bergaya joglo, bangunan villa tempat kami bermalam tergolong modern dengan ciri khas tradisional. Villa dengan tipe standart twin room ini hanya memiliki 2 ruangan. Ruang yang pertama adalah ruang tidur, dan ruang yang kedua adalah kamar mandi.

Villa tipe standart twin room ini dilengkapi dengan fasilitas AC. Namun, saat malam hari kami tidak menggunakan AC tersebut karena udara tergolong cukup dingin saat itu. Kami hanya membuka jendela agar udara alami pegunungan dapat masuk ke dalam kamar. Fasilitas dalam kamar lainnya adalah adanya televisi, minuman selamat datang, dan peralatan mandi. Sama seperti kamar hotel atau villa pada umumnya.

Tak banyak yang kami lakukan setibanya di kamar. Setelah bersih-bersih diri saya pun segera menghempaskan diri ke kasur. Rasa lelah dan kantuk segera membuat saya terlelap. Saya terbangun oleh hangatnya sinar mentari yang menerpa muka saya melalui jendela villa kami ini menghadap ke arah timur. Hal yang pertama saya sadari adalah ternyata udara pagi hari di sini tidak begitu dingin. Padahal pikir saya saat pagi hari udaranya dapat menjadi dingin karena letaknya yang berada di lereng Gunung Ijen.

Begitu kami semua terbangun, Michael mengajak kami untuk menikmati fasilitas kolam renang. Ada 3 tipe kolam renang di Kampoeng Joglo Ijen ini. Kolam yang pertama adalah yang untuk dewasa karena cukup dalam, yang kedua adalah untuk anak-anak, dan yang ketiga adalah untuk berendam.

Saat menyeburkan diri ke dalam air, saya sedikit kaget karena airnya tidak dingin. Bisa dibilang air kolamnya berada pada suhu normal. Padahal saat itu kami berenang pukul 1/2 7 pagi. Bayangan saya air kolamnya akan begitu dingin karena masih pagi dan terletak di lereng gunung. Mungkin saja kolam renang villa ini memiliki pengatur suhu, saya juga tidak tau.

Puas berenang kami melanjutkan lagi menikmati fasilitas villa. Di dekat villa tempat kami menginap, yang mana masih dalam wilayah Kampoeng Joglo Ijen, terdapat aliran sungai alami. Di sisi sungai tersebut dibangun berbagai fasilitas yang saat saya ke sana pada bulan April masih dalam tahap pembangunan. Air sungai tersebut begitu dingin dan jernih. Kami yang sudah kering setelah berenang di kolam menjadi basah lagi karena menyeburkan diri ke sungai tersebut.

Rasa lapar membuat kami berhenti bermain di sungai dan segera kembali ke dalam villa. Untuk breakfast, menurut saya tidak ada yang istimewa. Breakfastnya pun sama seperti hotel pada umumnya yang menyajikan makanan khas Indonesia secara prasmanan. Setelah perut kenyang kami kembali lagi ke dalam kamar untuk packing.

Villa ini sangat cocok bagi orang yang ingin bermalam sambil menikmati suasana pegunungan Ijen. Hawanya yang sejuk dan pemandangan yang indah menghadirkan atmosfir tersendiri bagi setiap pengunjungnya. Harga sewa kamarnya pun tidak terlalu mahal. Saat saya ke sana pada bulan April, untuk villa tipe standart twin room dipatok seharga Rp. 350.000,00. Bagi saya itu tidak terlalu mahal jika di isi untuk tiga orang. Apalagi saat itu kami menginap saat akhir pekan

 

*Nb
Trip ini merupakan rangkaian dari:

Tinggalkan Balasan