Mencoba Kamera Mirrorless Fujifilm X-A1

Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan untuk mencoba kamera mirrorless dari Fujifilm, yaitu seri X-A1 saat saya mengunjungi Museum Geologi Bandung. Kamera ini saya pinjam dari seorang teman karena kebetulan kamera Nikon D5100 saya sedang rusak. Selain itu saya juga ingin mencoba bagaimana user experience dari sebuah kamera mirrorless. Karena memang sebelumnya belum pernah memakai kamera mirrorless saat bepergian.

Saya tidak akan membahas detail spesifikasi dari kamera ini karena di Google sudah banyak yang bahas. Saya hanya membahas berdasarkan dari apa yang saya rasakan pribadi. Seri X-A1 diluncurkan oleh Fujifilm pada tahun 2014 silam dengan lensa Fujinon EBC XC 16-50mm F/3.5-5.6 OIS. Dengan lensa bawaan tersebut, Fujifilm X-A1 tergolong kamera mirrorless dengan ukuran yang kecil, sehingga mudah dan nyaman dibawa saat berpergian. Lensa tersebut juga sudah cukup jika hanya digunakan untuk memotret saat berwisata.

Mungkin karena saya baru pertama menggunakan Fujifilm, awalnya saya harus beradaptasi dengan fitur-fitur yang ada. Tapi karena saya pinjamnya hanya satu hari dan juga baterai yang tersedia cuma satu, saya tidak mencoba semua fitur yang ada di kamera ini. Jadinya saya tinggal mengatur kamera ke mode otomatis dan biarkan kamera yang bekerja.

Meskipun dalam mode auto, hasil yang dihasilkan oleh Fujifilm X-A1 bagi saya sungguh memuaskan. Karena kali ini saya motret di Museum Geologi Bandung, kebanyakan foto yang saya hasilkan berada di dalam ruangan. Foto yang dihasilkan memiliki dynamic range yang luas serta kontras yang dihasilkan cenderung kuat. Dalam mode auto pun, noise yang dihasilkan oleh kamera ini bisa terbilang sedikit.

dscf0343-2-copy

dscf0390-2-copy

Saya juga sempat mencoba dalam mode manual. Untuk pengaturan exposure cenderung mudah, sama seperti kamera DSLR pada umumnya. Hanya saja, entah saya yang kurang paham atau apa, titik fokus harus diatur secara manual dengan menggunakan informasi skala fokus yang muncul di layar. Sehingga saya perlu memakan waktu cukup lama untuk menentukan titik fokus.

Saat saya sedang asik memotret, ternyata baterai kamera sudah habis. Setelah saya cek di laptob, saya menghasilkan gambar sebanyak 100 buah saja. Entah karena baterai nya sudah berumur atau memang daya baterai yang sedikit saya juga tidak tau. Tapi dari informasi yang saya dapat dari googling, ternyata memang baterai dari kamera mirroless lebih cepat habis dibandingkan dengan kamera DSLR.

Kesimpulan saya, kamera ini memang cocok bagi orang-orang yang tidak ingin ribet membawa kamera dengan ukuran yang besar. Bobotnya yang ringan dan ukurannya yang kecil menjadikannya ringkas untuk disimpan dimanapun saat berpergian. Meskipun kecil hasil yang dihasilkan oleh kamera ini sungguh memuaskan. Setidaknya itulah yang saya rasakan saat memotret menggunakan kamera Fujifilm X-A1 di Museum Geologi Bandung.

Berikut foto-foto yang saya hasilkan dari kamera Fujifilm X-A1, foto sengaja tidak saya edit:

dscf0421-2-copy

dscf0342-2-copy

dscf0378-2-copy

dscf0387-2-copy

dscf0424-2

dscf0416-2-copy

dscf0432-2-copy

 

Tinggalkan Balasan