Mencicipi Uniknya Rujak Soto Losari Banyuwangi

Rujak dan soto dicampur jadi satu? Gimana rasanya? Pertanyaan itu muncul ketika Michael mengajak kami untuk mencoba Rujak Soto yang menjadi salah satu kuliner khas dari Banyuwangi. Kata Michael tidak lengkap rasanya jika ke Banyuwangi belum sempat mencicipi Rujak Soto. Rasa lapar ditambah dengan rasa penasaran, kami pun segera meluncur ke Warung Rujak Soto Losari.

Warung Rujak Soto Losari adalah salah satu kedai rujak soto yang terkenal di Banyuwangi. Nama Losari sendiri merupakan nama jalan dari warung rujak soto tersebut yang terletak di Jalan Losari, Banyuwangi, Jawa Timur. Warung rujak soto ini tergolong kecil yang terletak di tengah-tengah perkampungan warga. Meja makan yang tersedia pun terbatas. Mungkin karena kedai ini juga menjadi satu dengan rumah sang penjual. Namun pengunjung yang datang sangatlah banyak dan bahkan harus rela mengantri lumayan lama. Saat saya ke sana pun, saya dan rombongan perlu menunggu kurang lebih 1/2 jam untuk mendapatkan meja.

Selain rujak soto, warung ini juga menjual berbagai makanan lainnya. Diantaranya adalah rujak kecut, rujak cingur, dan gado-gado. Namun sepanjang penglihatan saya rujak sotolah yang banyak dipesan di warung tersebut. Begitu kami sudah duduk di meja makan, pesanan rujak soto kami segera diolah oleh Ibu penjual.

Awalnya Ibu penjual menyiapkan olahan rujaknya. Rujak yang dipakai di sini seperti rujak cingur yang menggunakan bumbu kacang, petis, dan lalapan yang dicampur hingga kental di atas ulekan. Saat menyiapkan bumbu inilah pengunjung dapat request tingkat level kepedesan rujak sotonya. Begitu bumbu rujak selesai diolah, Ibu penjual menyiapkan mangkok. Mangkok tersebut diisi dengan irisan lontong, timun, dan tempe goreng. Jika pengunjung ingin ada cingur di rujak sotonya, maka cingur juga ditambahkan ke dalam mangkok. Begitu isi mangkok sudah siap, bumbu rujakpun dituangkan ke dalam mangkok.

Tak berhenti sampai di situ, rujak tersebut disiram dengan kuah soto kuning. Soto yang dipadukan dengan rujak disini kurang lebih seperti olahan soto daging madura. Di dalam soto tersebut terdapat daging, babat, usus, dan jeroan lainnya. Sebagai pelengkap di atasnya ditaburi juga dengan kerupuk emping dan kerupuk udang.

Rujak soto pun sudah siap dan terhidang di depan saya. Ketika semua isi mangkok diaduk hingga tercampur semua, kuah soto yang bercampur dengan bumbu kacang menjadi kuah kental. Untuk rasanya sebenarnya saya juga susah untuk menjelaskannya. Rasa olahan rujak cingur dan soto daging madura tercampur menjadi satu yang menjadikan rujak soto banyuwangi memiliki cita rasanya sendiri. Bagi penggemar kuliner unik rujak soto mungkin dapat menjadi pilihan. Kalau bagi saya, rujak soto Losari ini enak dan pantas untuk dinikmati.

Untuk satu porsi rujak soto dengan tambahan cingur, harga yang saya bayar adalah Rp. 25.000,00 (April 2018).  Jika tidak ditambakan dengan cingur maka harga rujak sotonya adalah Rp. 20.000,00. Harga tersebut tergolong standar karena porsi rujak sotonya pun sangatlah banyak. Saya bahkan membutuhkan perjuangan untuk dapat menghabiskannya. Untuk harga menu yang lain saya tidak mengetahuinya, karena dirombongan kami semuanya memesan rujak soto. Warung Rujak Soto Losari buka setiap hari mulai dari jam 08.00 pagi hingga jam 14.00 siang.

*Nb
Trip ini merupakan rangkaian dari:

Tinggalkan Balasan