Memotret Gerhana Matahari dengan Alat Apa Adanya

Gerhana matahari total merupakan salah satu momen langka dan pada tahun 2016 ini tepatnya pada tanggal 9 Maret, gerhana matahari total terjadi di Indonesia. Sebagai seorang yang punya hobi dalam bidang fotografi, tentunya saya tidak melewatkan kesempatan ini. Tapi karena memang waktu dan dana yang tidak ada, maka saya memotret proses terjadinya gerhana matahari di Bandung. Tidak seperti di daerah yang memang dilewati oleh jalur gerhana. Gerhana matahari di Bandung hanyalah 88% saja, atau nama kerennya adalah Gerhana Matahari Parsial.

Gerhana matahari parsial di Bandung dimulai pada pukul 06.21 hingga mencapai puncaknya pada 07.25. Karena waktu terjadinya pagi, saya sengaja untuk tidak tidur dan menunggu hingga pagi. Karena menghindari kebiasaan saya yang suka bangun siang. Apalagi kebetulan gerhana matahari total tahun ini bertepatan juga dengan hari libur nasional untuk memperingati Hari Raya Nyepi umat Hindhu.

Keterbatasan alat yang saya miliki memang menjadi kendala. Alat yang saya punya hanyalah kamera Nikon D5100 dengan lensa kit bawaan 18-55 VR. Ditambah lagi saya sama sekali tidak ada persiapan seperti tripod maupun lensa ND super tebal untuk menyaring sinar matahari yang masuk. Disitu akal saya bermain. Tripod tidak ada kamera bisa diletak di tempat yang datar. Filter ND tidak ada saya mengakalinya dengan lensa kacamata hitam hasil pinjaman teman saya. Sisanya adalah bagaimana mengatur setingan kamera itu sendiri. Oh ya, saya memotret gerhana matahari ini di atas atap rumah kontrakan.

IMG_3393

Yah, at least, meskipun hasilnya demikian tapi itu adalah yang maksimal yang bisa saya lakukan. Setidaknya saya bisa mendapatkan pola dari gerhana matahari parsial tersebut.

Tinggalkan Balasan