Keliling Wisata Taman Sari Yogyakarta

Liburan yang hanya dua hari di Yogyakarta mengharuskan kami lebih efektif untuk menentukan destinasi wisata yang akan kami tuju. Waktu yang mepet menjadi alasan utamanya. Karena dihari sebelumnya kami sudah bermain di alam, maka dihari yang kedua ini kami memutuskan untuk wisata kota. Kawasan wisata Taman Sari  menjadi tujuan kami selanjutnya.

Setelah menikmati sarapan dihotel, kami segera bergegas untuk check-out sepagi mungkin. Harapannya agar Taman Sari belum terlalu ramai oleh pengunjung karena pada saat itu adalah akhir pekan. Sesampainya di pintu masuk, saya menawarkan kepada teman-teman untuk menyewa jasa pemandu wisata. Hitung-hitung sekalian menambah wawasan dan memberikan informasi mengenai lokasi wisata taman sari ini. Apalagi pemandu wisata tersebut, yang saya tau, tidak mematok harga. Mereka mau dibayar seikhlasnya sesuai dengan keinginan dari wisatawan. Ternyata mereka tidak mau dan ya sudahlah. Sekali lagi saya datang ke Taman Sari tanpa mengetahui secara langsung informasi mengenai bangunan-bangunan di sini.

Untuk masuk ke kawasan Taman Sari, wisatawan dikenakan tiket dengan biaya Rp. 5000/orang. Tiket tersebut digunakan untuk masuk ke dalam kawasan Area Pemandian Sultan dan Masjid Sumur Gumuling. Di kedua tempat wisata tersebut  terdapat petugas yang akan memeriksa tiket wisatawan.

Sesuai rute dari tempat kami parkir mobil, maka lokasi pertama yang kami kunjungi adalah Area Pemandian Sultan. Di lokasi ini terdapat tiga kolam yang bernama Umbul Panguras untuk mandi Sri Sultan, Umbul Pamuncar untuk permainsuri, dan Umbul Kawitan untuk putra-putri raja. Ketidaktahuan informasi saat itu membuat saya hanya mengunjungi Umbul Pamuncar dan Umbul Kawitan. Di Umbul Pamuncar dan Umbul Kawitan kami menikmatinya hanya dengan mengambil foto saja.

Lokasi berikutnya yang kami datangi adalah situs Pulo Cemeti. Situs ini merupakan reruntuhan bangunan tiga lantai yang dulunya digunakan oleh raja dan tamunya untuk beristirahat. Pulo Cemeti dulunya merupakan bangunan megah dan tinggi yang terletak di tengah danau buatan. Karena adanya gempa bumi dashyat yang menimpa Yogyakarta serta serangan dari penjajah kala itu membuat Pulo Cemeti hancur dan belum dibenahi hingga saat ini.

Kompleks reruntuhan Pulo Cemeti memang cocok dijadikan sebagai spot foto. Meskipun bangunan ini rusak, keagungan dan kemegahannya dari masa silam tetap terasa saat ini. Sepanjang yang saya tau, pengunjung hanya bisa mengunjungi lantai 1 dari bangunan Pulo Cemeti ini. Untuk lantai selanjutnya aksesnya ditutup oleh pagar. Mungkin saja alasannya adalah untuk menjaga kelesetarian dari bangunan cagar budaya ini.

Puas berfoto di Pulo Cemeti kami melanjutkan perjalanan ke Masjid Sumur Gumuling. Situs yang satu ini terdapat di bawah tanah dan untuk mencapainya pengunjung diharuskan melewati lorong bawah tanah. Masjid Sumur Gumuling ini berbentuk melingkar dan berlantai dua. Ditengah lingkaran terdapat tangga yang unik untuk menghubungkan lantai 1 dengan lantai 2. Di bawah tangga tersebut terdapat sebuah kolam kecil seperti sumur. Dan diatas tangga tidak diberi atas sehingga langsung terbuka ke arah langit.

Dibeberapa titik terdapat ruangan kecil yang cukup digunakan untuk satu orang saja. Dari informasi yang saya dapatkan, ruangan-ruangan tersebut digunakan untuk bermeditasi atau tempat pengasingan diri. Jika dilihat dari sejarahnya, lokasi Masjid Sumur Gumuling memang cocok untuk dijadikan tempat bermeditasi dan tempat beribadah.

Desain yang unik dari Masjid Sumur Gumuling menjadikan lokasi ini banyak diminati oleh para wisatawan. Apalagi yang hobi foto-foto. Lokasi tangga unik yang terletak di tengah bangunan merupakan spot favorit dari para wisatawan. Alhasil lokasi tangga tersebut selalu dipenuhi oleh pengunjung yang ingin berfoto di tengah ruangan. Jika ingin mendapatkan foto seorang diri di tangga tersebut, maka tidak datang pada saat musim liburan merupakan solusinya.

Terbatasnya informasi dan waktu membuat hanya ketiga lokasi tersebut yang kami datangi. Padahal di lokasi Taman Sari terdapat banyak tempat wisata yang masih bisa dikunjungi oleh wisatawan. Lain kali jika ada kesempatan lagi mengunjungi Taman Sari, kemungkinan saya akan menyewa jasa pemandu wisata. Tidak bisa dipungkiri, keberadaan pemandu wisata di lokasi Taman Sari yang bercampur dengan kawasan perumahan warga sangat dibutuhkan untuk menunjukkan arah serta memberikan informasi mengenai situs-situs yang ada lokasi wisata Taman Sari.

Tinggalkan Balasan