Kebun Kurma di Pasuruan

Di akhir bulan April lalu, saya diajak oleh Mama untuk ikut wisata ke Pasuruan dan Malang bersama rombongan lansia PKK. Awalnya saya sedikit ragu untuk ikut karena biasanya destinasi wisata orang-orang tua adalah destinasi wisata untuk belanja. Namun yang kemudian membuat saya tertarik ikut ternyata rombongan tersebut juga memasukkan Wisata Kebun Kurma di Pasuruan ke dalam daftar destinasi wisata.

Sesuai perjanjian, saya dan Mama menuju ke titik kumpul pada hari Minggu (22/4) jam 06.30. Hampir sebagian besar peserta wisata ini adalah bapak-bapak dan ibu-ibu lansia. Mama dan saya, beserta peserta wisata lain yang tidak tergolong lansia, dapat ikut wisata ini karena ada sisa kuota kursi bis. Daripada kursi tersebut kosong maka panitia membuka pendaftaran bagi warga yang juga ingin ikut berwisata.

Rombongan berangkat jam 07.30 dari Surabaya menggunakan 3 bis dan langsung menuju ke kebun kurma. Duta Wisata Kebun Kurma sendiri berada di Karanglo, Sukorejo, Pasuruan. Rute untuk menuju ke sini searah dengan rute menuju ke Malang. Rombongan akhirnya tiba di kebun kurma pada jam 09.30. Begitu turun dari bis teriknya sinar matahari menyambut saya. Padahal waktu itu tergolong masih pagi, namun cuaca di sana begitu panas. Mungkin hal tersebut menjadi salah satu faktor kenapa di daerah sini di tanam pohon kurma.

Tiket masuk yang dipatok untuk orang dewasa saat itu adalah Rp. 10.000,00 (weekend April 2018). Kebun kurma yang awalnya sepi karena masih pagi mendadak menjadi ramai setelah kedatangan rombongan kami. Sebagai tempat wisata, kebun kurma ini tidak terlalu besar. Luasnya hanya sekitar 3.7 hektar. Pengunjung pun tak butuh waktu lama untuk mengitari secara penuh kawasan kebun kurma ini.

Sesuai dengan namanya, kawasan kebun kurma ini didominasi dengan tumbuhan pohon kurma dari berbagai jenis. Jenis pohon-pohon kurma yang ditanam diantaranya adalah Barhee, Ajwah, Lulu, Medjool, dan lain sebagainya. Pohon-pohon tersebut mulai ditanam tanggal 9 Agustus 2016 dan tumbuh sumbur hingga berbuah sampai sekarang. Selain varietas pohon kurma, di kebun ini juga ditanam berbagi macam pohon lain. Diantaranya adalah pohon zaitun, pohon tin, pohon delima, pohon siwak, dan lain sebagainya.

Saya baru tau kalau ternyata penampilan dari pohon dan buah kurma tampak seperti pohon palem pada umumnya. Beberapa pohon kurma yang sudah berbuah diberi pagar oleh pengelola wisata. Mungkin bertujuan untuk mencegah tangan-tangan jahil wisatawan yang suka memetik buah kurma secara sembarangan.

Dari informasi yang saya dapat, di wisata Kebun Kurma Pasuruan ini pengunjung dapat memetik secara langsung buah kurma yang matang langsung dari pohonnya. Namun saat saya ke sana saya belum beruntung untuk mencobanya. Buah-buah kurma yang tumbuh masih sangat muda dan belum siap untuk dipetik. Meskipun begitu di kebun kurma ini pengelola juga menjual kurma dan oleh-oleh lainnya di dalam sebuah pesawat yang dijadikan sebagai toko oleh-oleh.

Selain wisata edukasi, Kebun Kurma Pasuruan ini juga menyediakan berbagai macam wahana hiburan bagi pengunjungnya. Diantaranya adalah penyewaan motor ATV, wahana sepeda udara, rumah jungkir, miniatur Ka’bah, dan masih banyak lagi. Beberapa koleksi satwa dan kendaraan kuno juga ditampilkan oleh pengelola untuk meramaikan kebun kurma ini.

Rombongan kami hanya diberikan waktu 1 1/2 jam oleh panitia untuk menikmati Kebun Kurma Pasuruan. Waktu tersebut menurut saya lebih dari cukup untuk sekedar mengelilingi secara penuh kebun kurma. Sebagai salah satu tempat wisata yang belum terlalu lama berdiri, Kebun Kurma Pasuruan dapat dijadikan alternatif wisata di daerah Pasuruan, Jawa Timur. Di sini wisatawan dapat dengan mudah melihat dan merasakan kurma langsung dari pohonnya tanpa perlu pergi jauh-jauh ke negara asalnya di Arab sana.

Tinggalkan Balasan