Hellprint, 5 Maret 2017

Sebenarnya tidak disangka-sangka saya akan mengikuti sebuah festival musik metal. Karena memang saya sebetulnya tidak terlalu tertarik dengan musik metal. Tetapi karena ajakan dari seorang teman, Kang Dimas namanya, saya akhirnya mencoba suatu hal yang baru. Pada tanggal 5 Maret kemarin saya untuk pertama kalinya ikut dalam festival musik metal dalam Hellprint 2017.

Kang Dimas sendiri merupakan Stage Director dalam acara ini. Berkat dirinya pula, saya mendapatkan Stage ID dimana saya mendapatkan keistimewaan seperti panitia Hellprint. Yaitu masuk ke dalam barikade dan dengan leluasa bisa mendapatkan spot-spot motret yang bagus. Karena alasan ini jugalah yang membuat saya tertarik untuk ikut Hellprint. Hitung-hitung juga untuk menambah portofolio karena sudah lama saya tidak memotret panggung.

Hellprint kali ini diselenggarakan di Bandung, tepatnya di Yon Zipur 9 di daerah Ujung Berung. Festival ini dimulai pada pukul 11 siang hingga jam 10 malam. Yang menariknya, Hellprint kali ini terdapat 4 panggung dengan menyajikan nuansa musik yang berbeda-beda di setiap panggungnya.

Karena memang saya kurang mengerti dengan yang namanya musik metal, perhatian saya terfokus kepada panggung utama yaitu Monster Stage. Di Monster Stage ini band-band yang tampil sudah sering namanya, meskipun musiknya bisa dibilang saya pun kurang mengerti. Seperti halnya Burgerkill, Rosemary, Tipe-X, Pas Band, dsb.

Bisa dibilang juga, Monster Stage ini merupakan panggung utama yang terletak di tengah-tengah festival Hellprint. Sehingga perhatian penonton juga lebih banyak ke panggung ini. Meskipun begitu panggung yang lain juga tidak kalah ramai. Setiap band yang tampil di panggung masing-masing memiliki massanya sendiri. Tinggal memilih saja, ingin mendengarkan band yang mana yang lebih disukai.

Yang namanya festival musik metal, moshing atau pogo-pogoan memang menjadi hal yang wajib. Jujur baru kali ini saya melihat moshing secara langsung dan dekat. Mereka berjoget sambil moshing tanpa menghiraukan lapangan yang berlumpur karena habis terkena hujan. Dari moshing tersebut, suasana memang menjadi lebih ganas dan lebih bersemangat. Menariknya, setelah moshing mereka pun tertawa lepas dan terasa puas sudah bisa mengekspresikan alunan musik yang dimainkan di atas panggung.

Dan yah, dengan mengikuti Hellprint ini setidaknya pengetahuan tentang musik saya sedikit bertambah. Tentunya juga menghasilkan beberapa foto yang bisa dibilang, cukup memuaskan. Mungkin lain kali kalau ada undangan untuk memotret acara musik metal lagi, tidak ada salahnya untuk mencobanya sekali lagi.

Tinggalkan Balasan