Bukit Ular dan Telaga Jurang Kuping Surabaya, 23 Mei 2017

Awalnya saya mendengar Bukit Ular dari seorang teman yang sudah pernah ke sana sebelumnya. Bukit Ular tersebut katanya bagus untuk jika mau memotret sore hari. Di tambah setelah saya searching di internet, tempat tersebut memang patut untuk dikunjungi. Jadilah saya kesana dengan seorang teman, Deni namanya, dengan menggunakan sepeda. Hitung-hitung jarak dari rumah juga terbilang dekat sekalian olahraga.

Saat sudah sampai di Universitas Ciputra kami cukup kebingungan di mana letak Bukit Ular tersebut. Karena memang untuk bisa mengunjungi Bukit Ular kami terlebih dahulu harus melewati perumahan Citraland yang terkenal luas. Daripada bingung berkepanjangan kami tanyakan ke satpam. Kami diarahkan untuk terus mengayuh ke arah gerbang yang ada patung kudanya. Jaraknya hanya 500 meter dari Universitas Ciputra. Dari gerbang tersebut kami lurus saja mengikuti jalan hingga sampai di ujung jalan.

Ujung jalan ini merupakan tembok beton. Mungkin batas dari perumahan Citraland, saya juga tidak tau persis. Menyusuri tembok kami menemukan “pintu masuk” menuju Bukit Ular. “Pintu masuk” tersebut merupakan ujung tembok yang bisa dilalui. Dari “pintu masuk” tersebut tinggal mengikuti jalan setapak hingga sampai di Bukit Ular. Sebenarnya ada pintu masuk yang lebih resmi. Hanya saja pintu tersebut di kunci dan mungkin butuh izin satpam untuk membukanya.

Keputusan yang tepat kami menggunakan sepeda untuk mengunjungi Bukit Ular. Jika membawa sepeda motor atau mobil harus diletakan di “pintu masuk” tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki untuk sampai ke bukit ular. Tidak jauh sebenarnya. Tetapi dengan menggunakan sepeda setidaknya kami merasakan sensasi off-road, meskipun hanya sedikit.

Dari puncak, jika saya bisa sebut puncak karena letaknya lebih tinggi dibandingkan tanah disekitarnya, kami bisa memandang Telaga Jurang Kuping. Telaga tersebut terlihat masih alami dengan berbagai ekosistem yang hidup di dalamnya. Dari kejauhan terlihat burung-burung yang dengan santainya meminum air di pinggir telaga. Ada juga dari burung-burung tersebut bertengger di dahan pohon bersiap mengepakan sayapnya untuk mengudara. Cipratan air menandakan ikan juga turut memangsa serangga-serangga yang berada di permukaan air. Semua itu terlihat jelas, meskipun hanya dari kejauhan.

Sementara itu, di Bukit Ular ini sendiri merupakan tanah lapang yang luas yang ditumbuhi lebatnya ilalang di beberapa sisi. Mungkin sudah banyak yang berkunjung ke sini terdapat beberapa titik yang terbebas dari ilalang dan bisa dijadikan tempat untuk duduk bersantai. Jika mengikuti jalan setapak terus ke arah barat maka dapat ditemui sawah warga yang tumbuh dengan subur. Jalan setapak tersebut berubah menjadi pematang sawah dan cukup seru juga jika dilalui dengan sepeda. Tetapi di sini saya harus hati-hati, salah-salah bisa jatuh ke sawah dan merusak padi yang sudah mulai menguning.

Dari info yang saya dapatkan dari internet, ternyata Bukit Ular ini adalah jalur awal dari jalur bersepeda off-road. Jalur tersebut digunakan oleh berbagai macam komunitas sepeda dari Surabaya untuk mencurahkan hobinya. Jarak terdekat katanya tembus ke belakang Universitas Ciputra dan jarak terjauhnya bahkan sampai ke perbatasan Gresik dengan Surabaya. Karena waktu itu sudah menjelang malam kami tidak menjajal jalur tersebut dan memutuskan untuk menikmati sore di Bukit Ular saja.

Mentari yang kian turun membuat ilalang dan pepohonan berwarna kuning terkena sinar matahari. Air Telaga Jurang Kuping pun turut serta memantulkan hangatnya sinar mentari. Gemerisik ilalang tertiup angin menambah kesan dami sore itu. Saya pribadi tidak menyangka di kota Surabaya yang terkenal metropolitan masih menyimpan keindahan yang tergolong alami. Semoga saja Bukit Ular dan Telaga Jurang Kuping dapat terjaga kelestariannya agar Surabaya tetap memiliki sisi alami didalamnya.

Nb 1 : Foto-foto di atas saya ambil di dua waktu yang berbeda. Cerita ini saya tulis berdasarkan pengalaman pertama saya ke Bukit Ular

Nb 2 : Tulisan dan beberapa foto dalam postingan ini saya gunakan juga di website saya yang lain, yaitu www.discoversurabaya.com .

Tinggalkan Balasan