Bukit Jamur Gresik, Bebatuan Kapur Unik Berbentuk Jamur

Saya sudah pernah mendengar nama Bukit Jamur Gresik sekitar 2 tahun yang lalu dari seorang teman yang pernah ke sana. Impresi teman saya mengenai Bukit Jamur adalah biasa saja dan panas. Maka dari itu Bukit Jamur tidak pernah menjadi tujuan destinasi saya. Padahal Bukit Jamur yang terletak di Gresik ini jaraknya dari rumah saya tidak begitu jauh.

Namun, beberapa waktu yang lalu saya teringat kembali mengenai Bukit Jamur karena melihat beberapa postingan Instagram yang menampilkan Bukit Jamur. Sedikit mencari lebih lanjut mengenai Bukit Jamur dan ternyata Bukit Jamur keren juga dibuat foto-foto. Akhirnya saya memutuskan pergi ke sana dengan sepupu saya Rizky pada hari Sabtu (17/3) lalu.

Bukit Jamur sendiri terletak di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik dan membutuhkan waktu tempuh sekitar 1 1/2 jam dari Surabaya. Kami memutuskan untuk berangkat jam 1 siang agar bisa sampai destinasi pada sore hari untuk menghindari panas. Dalam perjalanan menginggalkan kota Surabaya saya sedikit cemas karena awan hitam sudah mulai menggantung, tanda hujan akan turun. Namun karena kepalang tanggung sudah di tengah jalan, kami memutuskan untuk jalan terus menuju Bukit Jamur.

Kami akhirnya tiba di kawasan Bukit Jamur sekitar jam 3 sore. Di gerbang masuk kami dikenai biaya tiket sebesar Rp. 3000,00. Setelah melewati gerbang, baru terlihat ternyata Bukit Jamur terletak di kawasan pertambangan batu kapur. Hal tersebut terlihat dari banyaknya truk pengangkut batu kapur dan beberapa excavator yang terpakir di beberapa sisi. Hanya saja untuk Bukit Jamurnya sendiri sepertinya sudah dikhususkan menjadi tempat wisata oleh pemerintah setempat karena tidak adanya aktivitas pertambangan di lokasi Bukit Jamur. Apalagi di Bukit Jamur ini juga sudah dipasang palang penanda seperti halnya tempat-tempat wisata pada umumnya.

Setelah memarkir sepeda motor, kami kemudian berjalan ke lokasi Bukit Jamur. Untungnya ketika kami tiba awan mendung belum sampai ke Bukit Jamur. Langsung saja saya mengeluarkan kamera dan mencari spot-spot yang bagus untuk dipotret. Dari dekat baru saya tau kenapa disebut dengan Bukit Jamur.

Bukit Jamur merupakan sekumpulan bebatuan kapur yang berbentuk seperti jamur-jamur raksasa, lengkap dengan batang dan payungnya. Bentuk tersebut didapat dari fenomena alam yang terbentuk secara alami tanpa adanya campur tangan manusia. Batu-batu tersebut berukuran besar-besar dan jumlahnya sangat banyak. Dan uniknya lagi, entah ini hanya perasaan saya atau memang benar, batu-batu yang berbentuk jamur tersebut sedikit condong ke arah barat.

Dari beberapa artikel yang saya temukan, batuan kapur yang berbentuk menyerupai jamur ini ternyata hanya ada dua. Yaitu di Kalimantan dan di Gresik. Keunikan batuan berbentuk jamur ini membuat bukit ini banyak didatangi para wisatawan untuk menikmati keindahannya. Keunikan ini juga yang membuat Bukit Jamur terasa sedikit kontras dengan pemandangan sekitar karena sebenarnya Bukit Jamur terletak tidak jauh dari kawasan industri Gresik yang penuh dengan pabrik-pabrik industri.

Bukit Jamur ini sangat cocok didatangi oleh wisatawan yang hobi foto-foto. Banyaknya spot-spot yang unik dan menarik sangat cocok diabadikan dalam bingkai kamera. Tinggal memainkan kreativitas dalam menentukan angel saja.

Namun bagi wisatawan yang ingin tempat liburan yang nyaman, menurut saya Bukit Jamur ini tidak terlalu cocok. Karena yang ditawarkan disini hanyalah keunikan dari Bukit Jamur itu sendiri. Fasilitas yang ada juga hanyalah tempat parkir kendaraan. Ketika saya kesana, sejauh yang saya tau, fasilitas seperti warung makan atau toilet tidak saya temui. Jadi hemat saya Bukit Jamur ini hanya cocok bagi yang hobi mencari spot untuk foto-foto.

Hujan gerimis perlahan-lahan turun. Untung saja kami sudah puas berfoto-foto ria. Kami akhirnya memutuskan untuk kembali pulang ke Surabaya. Dan benar saja, baru lepas dari lokasi Bukit Jamur hujan deras mengguyur kami dan terus mengguyur hingga setibanya kami di Surabaya.

Tinggalkan Balasan