Banjir Kabupaten Bandung, 12 Maret 2016

Foto di atas saya ambil persis di depan kontrakan, ketika banjir besar melanda Kabupaten Bandung tanggal 12 Maret 2016. Banjir saat itu merupakan salah satu banjir terbesar dalam kurun waktu 1 tahun terakhir. Rumah kontrakan saya yang terletak di Perumahan Griya Bandung Asri Bojongsoang, Kabupaten Bandung Selatan juga terkena imbasnya. Hanya dalam waktu satu malam saja air di depan rumah sudah mencapai ketinggian lutut orang dewasa. Untuk saja karena rumah kontrakan tinggi, air tidak sampai masuk ke dalam rumah.

Seminggu yang lalu, ketika hujan yang setiap hari terus turun di daerah Bandung juga menyebabkan banjir. Untung saja banjir kali ini tidak sebesar seperti yang tanggal 12 Maret silam. Entah karena memang kapasitas hujan nya yang berbeda atau karena sungai Citarum yang sudah dikeruk sehingga menyebabkan aliran air semakin lancar mengalir.

Banjir GBA 2

Jalur Bojongsoang menuju Banjaran terputus akibat banjir

Tapi yah, bagi warga yang tinggal di dekat sungai Citarum memang harus sering menghadapi bencana banjir seperti ini. Salah satu faktor yang paling utama adalah sampah. Ketika banjir, entah sampah dari daerah mana semuanya menuju ke sungai Citarum. Sampah-sampah tersebut menyebabkan aliran air menjadi tersumbat dan pada akhirnya mengalir ke jalan. Apalagi sungai Citarum sudah lama juga tidak dikeruk, sehingga kedalaman air menjadi semakin dangkal. Yah akhirnya air mengalir ke jalan-jalan dan pemukiman warga.

Saat terjadi banjir seperti ini, barulah terlihat sebanyak apa sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Meskipun sudah ada yang namanya Tempat Pembuangan Akhir, tetap saja masih ada sampah yang lari ke sungai. Sungai layaknya tempat pembuangan sampah yang instan. Tinggal buang saja sampah ke sungai, biarkan sampah mengalir bersama air. Tanpa perlu dipikirkan apa yang akan terjadi di ujung sana nanti. Yang penting sampah terbuang saja. Dan akibat yang terjadi salah satunya ya banjir.

Mungkin dari bencana banjir ini, cuma anak-anak yang bersukacita karenanya. Kapan lagi mereka bisa berenang atau sekedar bermain air di depan rumah secara gratis. Air kotor penuh dengan sampah peduli amat, yang penting bersenang-senang dulu bermain air bersama teman.

Banjir GBA 3

Kondisi depan rumah, ketinggian air mencapai lutut saya

2 tanggapan pada “Banjir Kabupaten Bandung, 12 Maret 2016”

  1. Pingback: Raih Dua Gelar Juara dalam ISMPF 2016 – Egi Eligius

Tinggalkan Balasan