Air Terjun Kembar Watu Ondo Cangar, 12 Agustus 2017

Yang namanya pengangguran memang setiap hari adalah hari libur. Hanya saja karena hari libur yang entah sampai kapan selesainya membuat kehidupan saya kurang lebih sedikit monoton. Aktivitas yang hampir sama setiap harinya membuat saya menjadi sedikit bosan. Untuk itulah, pada hari Sabtu (12/8) kemarin saya memutuskan untuk pergi ke Cangar dengan teman-teman.

Destinasi pertama yang kami pilih adalah Air Terjun Watu Ondo yang letaknya 16 kilometer dari kota Pacet. Rute yang ditempuh untuk bisa ke Cangar sebenarnya tergolong mulus. Dari pacet hingga ke cangar dibutuhkan waktu kurang lebih 45 menit. Namun medan yang didominiasi dengan tanjakan dan jalan yang berlika-liku membuat pengemudi harus lebih berkonsentrasi dan lebih berhati-hati. Kondisi kendaraan disarankan harus se-prima mungkin karena rute yang dilalui masuk ke dalam Taman Hutan Raya Raden Soerjo.

Meskipun hari Sabtu, wisata Air Terjun Watu Ondo saat itu tergolong sepi. Hanya terdapat beberapa wisatawan selain kami yang kami jumpai. Setelah membayar Rp. 10.500/orang dan tiket parkir sepeda motor sebesar Rp. 5000, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke arah air terjun. Dari pintu masuk ke lokasi air terjun, jarak yang perlu ditempuh kurang lebih 300 meter dengan menuruni anak tangga yang tergolong curam.

Perjalanan yang cukup menguras tenaga tersebut terbayarkan karena sepanjang perjalanan kami ditemani pemandangan air terjun yang begitu indah. Sebenarnya terdapat 2 air terjun yang saling bersebelahan di lokasi wisata ini. Hanya saja ketika menuruni tangga hanya satu air terjun saja yang terlihat dari ketinggian. Jika dilihat dari ketinggian, air terjun yang pertama memiliki 2 tingkatan sehingga membentuk sebuah kolah kecil di atas. Dan tentu saja kami tidak bisa ke sana karena tidak adanya akses jalan.

Sesampainya di bawah barulah bisa ditemui air terjun kedua yang terletak di sebelah kanan jalan. Air terjun yang kedua ini lebih pendek daripada yang pertama. Selain itu air terjun yang kedua ini memiliki karakteristik berundak, sehingga aliran airnya sedikit lebih tenang. Menurut saya untuk bermain air lebih nyaman di air terjun yang kedua karena aliran airnya tidak seberapa deras dan tidak ada hembusan anginnya.

Sedangkan di air terjun yang pertama jauh lebih tinggi dibandingkan air terjun yang kedua. Air terjun yang pertama memiliki karakteristik air yang terjun ke bawah. Sehingga air yang terjun dari ketinggian membuat hembusan angin menjadi lebih kencang. Aliran dari kedua air terjun tersebut kemudian bertemu di sebuah kolam kecil yang tidak jauh dari lokasi air terjun. Kolam tersebut sangat cocok untuk dijadikan tempat bermain air karena aliran airnya lebih tenang dan tentunya dangkal.

Menurut informasi yang saya dapatkan dari beberapa website, di lokasi ini juga terdapat sebuah Goa Jepang. Hanya saja entah saya yang tidak melihat atau memang tertutupi tumbuh-tumbuhan, saya tidak menemukan goa tersebut.

Di air terjun saya sengaja untuk tidak bermain air karena destinasi berikutnya kami akan mengunjuni pemandia air panas Cangar. Daripada dua kali ganti maka saya memutuskan untuk tidak main air di sini. Puas berfoto-foto ria dan memandang keindahan air terjun Watu Ondo, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Pemandian Air Panas Cangar.

Tinggalkan Balasan