7 Tempat Wisata di Labuan Bajo yang Mudah Dijangkau Wisatawan

Berbicara mengenai Labuan Bajo tidak selalu berhubungan dengan pulau-pulaunya yang eksotis dan komodonya saja. Labuan Bajo memang menjadi pintu masuk bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi Taman Nasional Komodo. Namun di Labuan Bajonya sendiri juga terdapat beberapa lokasi wisata yang tak kalah indah dibandingkan dengan pulau-pulau yang terdapat di kawasan Taman Nasional Komodo.

Tempat-tempat wisata di Labuan Bajo tergolong mudah dijangkau karena kotanya sendiri tidak terlalu besar. Menariknya lagi hampir beberapa tempat wisata yang saya kunjungi bebas untuk masuk alias gratis. Adapun yang berbayar harga yang dipatok pun tidaklah mahal. Berikut adalah beberapa destinasi wisata yang bisa dikunjungi di Labuan Bajo menurut pengalaman saya pribadi.

1. Bukit Cinta

Bukit Cinta berada persis di belakang Bandara Komodo Labuan Bajo. Untuk sampai ke sini diperlukan waktu kurang lebih 15 menit dari kota Labuan Bajo menggunakan kendaraan bermotor. Berdasarkan pengalaman saya, di Bukit Cinta ini tidak perlu trekking segala. Sepeda motor yang saya gunakan bisa langsung mengakses Bukit Cinta ini.

Berdasarkan keterangan dari Kak Alfon, saudara yang memandu saya berkeliling Labuan Bajo, nama Bukit Cinta diambil karena bukit ini digunakan oleh pasangan muda-mudi untuk berpacaran sambil menikmati keindahan alam di sini. Dari bukit ini, dapat terlihat birunya laut yang jernih sehingga terumbu karang dapat terlihat jelas dari ketinggian. Hanya saja karena letaknya di bagian timur, karena terhalang sebuah bukit yang lebih tinggi, lokasi Bukit Cinta ini kurang tepat menurut saya untuk menikmati keindahan matahari terbenam.

Bagi yang hobi melihat pesawat lepas landas atau hendak mendarat, bukit cinta ini wajib untuk di kunjungi. Letaknya yang memang di ujung landasan membuat kita dapat menyaksikan lepas landas dan mendaratnya pesawat dari dekat. Namun hal itu juga, kata Kak Alfon lagi, yang sebentar lagi akan membuat Bukit Cinta tindak dapat dikunjungi oleh masyarakat umum. Perpanjangan landasan pesawat mencapai hingga ke dekat Bukit Cinta. Bahkan salah satu bukit yang dekat dari Bukit Cinta sudah dikeruk agar pesawat yang besar dapat mendarat di Labuan Bajo.

2. Bukit Amelia Sea View

Bukit Amelia sebenarnya tidak terlalu jauh dari Bukit Cinta. Hanya saja akses jalannya harus memutar terlebih dahulu yang membuatnya terbilang jauh. Dinamakan Amelia karena bukit ini, berdasarkan dari Kak Alfon, adalah milik dari Villa Amelia yang letaknya tidak jauh dari bukit tersebut. Karena memang belum digunakan oleh pengelola atau memang disengaja dibuka bebas untuk umum, masyarakat dan wisatawan dapat dengan bebas mengunjungi Bukit Amelia ini.

Di Bukit Amelia ini saya harus trekking dulu untuk bisa menikmati keindahan gugusan perbukitan Labuan Bajo bagian utara dari ketinggian. Tidak terlalu jauh namun cukup menguras tenaga karena kemiringan bukit ini terbilang curam. Meskipun begitu tetap aman untuk didaki.

Bukit Amelia lebih tinggi dibandingkan dengan Bukit Cinta. Dari ketinggian saya bisa melihat sisi timur dan sisi barat dari bagian utara Labuan Bajo. Letaknya yang ditengah-tengah menjadi keistimewaan sendiri dari Bukit Amelia. Bukit Amelia ini juga menjadi lokasi strategis untuk melihat keindahan matahari terbenam.

Bagi yang tidak kuat trekking jangan khawatir. Di kawasan Bukit Amelia ini terdapat bukit kecil yang tidak terlalu sulit untuk didaki. Keindahan yang ditawarkanpun tak kalah dengan yang ditawarkan oleh puncak Bukit Amelia.

3. Bukit Silvia

Bukit Silvia hanya berjarak 200 meter saja dari Bukit Amelia. Dinamakan Bukit Silvia karena bukit ini dekat dengan Resort Silvia yang berada di kaki bukit. Seperti di Bukit Amelia, di bukit ini kita harus trekking untuk bisa menikmati keindahan dari ketinggian.

Untuk viewnya menurut saya sama saja dengan view dari Bukit Amelia. Namun yang membuatnya spesial adalah Bukit Silvia terletak di sebelah barat dari gugusan perbukitan Labuan Bajo bagian utara. Letaknya yang langsung menghadap ke laut tanpa ada penghalang apapun membuat bukit ini menjadi spot terfavorit saya untuk menikmati keindahan matahari terbenam.

4. Pantai Pede

Pantai Pede merupakan satu-satunya pantai yang bisa diakses secara bebas oleh wisatawan dan masyarakat Labuan Bajo. Letaknya berada di bagian selatan dan hanya memakan waktu 10 menit menggunakan kendaraan bermotor dari kota Labuan Bajo.

Pantai Pede memiliki air yang sangat jernih. Gelombang yang tenang pun membuat pantai ini aman untuk dijadikan bermain air bagi anak-anak. Bagi yang bisa berenang dapat mencoba berenang lebih jauh dari bibir pantai tanpa khawatir terbawa arus. Bagi yang tidak bisa berenang dapat pula bermain pasir pantainya yang putih.

Namun saat saya ke sana pada akhir Agustus tahun 2017 Pantai Pede dipenuhi dengan sampah. Baik itu sampah dari laut atau sampah dari wisatawan sendiri. Konflik kepentingan yang tengah melanda Pantai Pede membuat pantai ini menjadi tidak terurus. Sangat disayangkan keindahan pantai ini menjadi berkurang karena ketidakjelasan pengelolaan lokasi wisata.

5. Gua Batu Cermin

Gua Batu cermin terletak di sebelah timur laut dari pusat kota Labuan Bajo dan memakan waktu 15 menit untuk sampai ke sana dengan menggunakan kendaraan bermotor. Kawasan wisata Gua Batu Cermin sendiri merupakan kawasan perbukitan batu karang yang terangkat ke permukaan karena proses alam. Dengan adanya kawasan ini menjadi bukti bahwa kawasan Flores dulunya berada di dasar laut dan naik kepermukaan seiring berjalannya waktu.

Hal tersebut diperkuat dengan adanya fosil penyu yang menggantung di dinding gua. Dibeberapa sudut, di dinding-dinding gua juga dapat dilihat fosil-fosil terumbu karang dan biota-biota laut yang terjebak dalam dinding gua. Selain itu banyaknya stalagtit dan stalagmit disepanjang gua menambah kesan megah dari Goa Batu Cermin ini.

Nama Gua Batu Cermin diambil karena adanya fenomena pantulan cahaya dari bebatuan di dalam gua. Cahaya yang masuk dari celah kecil saat siang hari, sekitar pukul 12.00 siang, akan dipantulkan oleh dinding-dinding gua. Jika saat musim hujan dan ada aliran air yang masuk ke dalam gua, maka fenomena batu cermin akan menjadi lebih sempurna lagi. Sayang saat saya ke sini pada sore hari, fenomena tersebut sedang tidak terjadi.

Menjelajah bagian dalam Gua Batu Cermin tidak memakan waktu lama. Saya hanya memakan waktu sekitar 10 menit. Kebanyakan waktu saya habiskan untuk memotret kawasan wisata Gua Batu Cermin yang juga tidak kalah indahnya. Jika mengunjungi Gua Batu Cermin diharuskan menyewa jasa ranger untuk memandu wisata. Di bibir gua juga terdapat helm dan senter yang wajib disewa oleh wisatawan. Untuk harganya saya tidak tau, namun saat itu saya memberikan tip kepada rangernya sebesar Rp. 50.000,00.

6. Dermaga Putih

Dermaga Putih terletak di Kampung Ujung dan merupakan tempat yang pas untuk menunggu waktu menikmati matahari terbenam. Menurut info yang saya dapatkan, dermaga ini merupakan kepemilikan dari pihak swasta untuk tempat bersandarnya kapal-kapal wisata. Untuk dapat memasuki Dermaga Putih, pengunjung dikenai tiket sebesar Rp. 10.000,00 per orang. Tiket tersebut kemudian digunakan untuk ditukarkan antara minuman botol atau bisa juga digunakan untuk menyewa topi.

Di ujung dermaga terdapat sebuah restoran (saya tidak tau namanya) dan tempat kapal bersandar. Cat yang bersih dan terawat membuat tempat ini bisa dibilang sebagai spot instagramable. Di beberapa titik terdapat juga tempat duduk yang bisa digunakan oleh pengunjung. Untung saat itu saya dan keluarga membawa snack untuk menemani kami hingga menunggu matahari terbenam di kejauhan.

7. Wisata Kuliner Kampung Ujung

Wisata kuliner ini bisa dibilang terletak di pusat keramaian para turis. Letaknya di pesisir pantai dan baru buka saat malam hari. Kuliner yang berada di sini didominasi dengan olahan makanan laut. Seperti ikan, cumi, udang, lobster, dan kerang.

Tak perlu khawatir kehabisan tempat. Dilokasi ini terdapat banyak pedagang yang membentang kurang lebih 200 meter. Sebelum duduk pun pengunjung boleh terlebih dahulu memilih-milih ikan atau menu yang memang sengaja dipamerkan di depan gerobak. Jika tidak cocok tinggal cari ke pedagang yang lainnya. Harga yang ditawarkan oleh pedagang juga tergolong murah untuk ukuran tempat wisata. Saya memesan satu porsi ikan kerapu merah dengan harga Rp. 35.000,00.

Namun yang menurut saya sedikit kurang dari tempat ini adalah posisi tempat memasaknya yang berada persis di pinggir laut. Ketika memasak, sampah makanan atau minyak hasil penggorengan langsung dibuang ke laut. Padahal hal tersebut sangat disayangkan karena jika dilihat air lautnya sangat jernih bahkan ikan-ikan yang berenang didalamnya bisa terlihat dari atas. Jika pengunjung yang duduk di pinggir laut mungkin akan berbeda ceritanya. Menikmati makanan laut sambil melihat lautnya mungkin akan menjadi lebih indah. Menurut saya pribadi sih.

Rekomendasi ketujuh tempat tersebut berdasarkan pengalaman saya saat datang ke situ. Ada satu tempat lagi yang saya belum kunjungi, yaitu air terjun Cunca Wulang. Saya juga tidak terlalu ingat kenapa saya tidak sempat untuk ke sana. Tapi biarlah, biar penasaran agar ada alasan lagi untuk kembali ke Labuan Bajo.

1 tanggapan pada “7 Tempat Wisata di Labuan Bajo yang Mudah Dijangkau Wisatawan”

Tinggalkan Balasan